PDIP: Perang Israel vs Hamas Tak Terkait Isu Terorisme, Itu Perjuangan Kemerdekaan
Kamis, 2 November 2023 | 11:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Politikus PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka menegaskan perang Israel Vs Hamas tidak berkaitan dengan isu terorisme. Menurut Rieke, perang tersebut merupakan bagian dari perjuangan rakyat Palestina untuk mewujudkan kemerdekaan.
"Kita dukung rakyat Palestina karena kemerdekan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan sebagaimana bunyi pembukaan UUD 1945," ujar Rieke kepada wartawan, Rabu (1/11/2023).
Rieke mengatakan dirinya tidak sependapat jika dianggap tragedi kemanusiaan di Gaza berpotensi membangunkan sel terorisme. Rieke menilai tragedi kemanusian itu justru telah menarik simpati, dan mendapat kecaman seluruh warga dunia.
"Mohon dengan segala hormat hentikan menilai tragedi kemanusiaan Gaza berpotensi membangunkan sel terorisme," tegas dia.
Politikus wanita PDI Perjuangan ini kembali mengingatkan bahwa perjuangan kemerdekaan bagi rakyat dan bangsa Palestina merupakan bagian dari amanat konstitusi Indonesia. Selain itu juga sesuai dengan amanat para pendiri bangsa.
"Sekali lagi mohon dengan segala kerendahan hati pada siapa pun jangan menggunakan tragedi kemanusiaan di Gaza sebagai pengalihan isu. Utamanya, soal polemik konstitusi di Mahkamah Konstitusi akhir-akhir ini," jelas dia.
Rieke menyampaikan pandangannya merespons pernyataan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menyebutkan, perang Israel dan Hamas dapat membangkitkan sel-sel terafiliasi teroris di Indonesia. Sigit pun menginstruksikan jajarannya untuk mewaspadai dampak eskalasi di tingkat global terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat di dalam negeri.
"Beberapa waktu yang lalu dampak dari perang Israel-Palestina tentunya juga membangkitkan sel-sel yang terafiliasi dengan teroris dan mau tidak mau kita juga tentunya harus waspada," ujar Sigit usai Apel Kepala Satuan Wilayah Polri di Jakarta, Rabu (1/11/2023).
Sigit juga menuturkan sejauh ini Polri telah menangkap 59 orang terduga teroris dan akan terus mengambil langkah-langkah demi mencegah terjadinya aksi terorisme. Dia juga telah menugaskan jajarannya untuk mengawasi secara ketat, wilayah-wilayah yang terdapat sel tidur yang terafiliasi kelompok teroris.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




