Profil Suhartoyo, Ketua Mahkamah Konstitusi Pengganti Anwar Usman
Kamis, 9 November 2023 | 17:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Suhartoyo terpilih menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) menggantikan Anwar Usman yang sudah diberikan sanksi pemberhentian dari jabatan oleh Majelis Kehormatan MK (MKMK), Kamis (9/11/2023). Berikut profil dari Suhartoyo.
Suhartoyo menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) menggantikan Anwar Usman yang dicopot karena terbukti melakukan pelanggaran berat terhadap kode etik dan perilaku hakim konstitusi dalam penanganan dan putusan MK Nomor 90/PU-XXI/2023. Bersama Suhartoyo diputuskan juga Wakil Ketua MK jatuh kepada Saldi Isra.
Dikutip dari laman resmi MK, Suhartoyo awalnya merupakan hakim pada Pengadilan Tinggi Denpasar. Dia terpilih menggantikan hakim sebelumnya, yakni Ahmad Fadhil Sumadi yang habis masa jabatannya sejak 7 januari 2015. kemudian, Pria kelahiran Sleman ini mengucap sumpah di hadapan langsung Presiden Joko Widodo pada 17 Januari 2015 lalu.
Suhartoyo merupakan pria yang berasal dari keluarga sederhana. Dia mengaku tidak pernah terpikirkan untuk menjadi seorang penegak hukum. Pasalnya, minatnya ketika waktu mengenyam bangku pendidikan justru pada ilmu sosial politik.
Ketika itu, ia mengharapkan mendapat pekerjaan di Kementerian Luar Negeri. Namun kegagalannya menjadi mahasiswa ilmu sosial politik memberi berkah sendiri bagi dia, karena akhirnya ia memilih untuk mendaftarkan dirinya menjadi mahasiswa ilmu hukum.
“Saya tidak menyesali tidak diterima menjadi mahasiswa ilmu sosial, karena sebenarnya ilmu sosial politik sama dengan lmu hukum. Orientasinya tidak jauh berbeda,” ujar suami dari Sutyowati ini, seperti dikutip dari laman resmi MK.
Seiring waktu, ia semakin tertarik mendalami ilmu hukum untuk menjadi seorang jaksa, bukan menjadi seorang hakim. Namun, karena teman belajar kelompok di kampus mengajaknya untuk ikut mendaftar dalam ujian hakim, ia pun ikut serta.
“Justru saya yang lolos dan teman-teman saya yang mengajak tidak lolos. Akhirnya saya menjadi hakim. Rasa kebanggaan mulai muncul justru setelah menjadi hakim itu,” jelasnya.
Pada 1986, ia pertama kali bertugas sebagai calon hakim di Pengadilan Negeri Bandar Lampung, ia dipercaya menjadi hakim Pengadilan Negeri di beberapa kota hingga tahun 2011.
Ayah dari Dhesga Selano Margen, Sondra Lambang Linuwih dan Jeshika Febi Kusumawati ini tercatat menjadi hakim, diantaranya Hakim PN Curup (1989), Hakim PN Metro (1995), Hakim PN Tangerang (2001), Hakim PN Bekasi (2006), sebelum akhirnya menjabat sebagai Hakim pada Pengadilan Tinggi Denpasar.
Dia juga terpilih menjadi Wakil PN Kotabumi (1999), Ketua PN Praya (2004), Wakil Ketua PN Pontianak (2009), Ketua PN Pontianak (2010), Wakil Ketua PN Jakarta Timur (2011), serta Ketua PN Jakarta Selatan (2011).
Suhartoyo Mendapat Banyak Ilmu di MK
Suhartoyo mengakui kalau Mahkamah Konstitusi merupakan tempat yang sama sekali baru bagi ayah dari tiga orang anak. Kewenangan - kewenangan yang berbeda dimiliki oleh MK dan MA membuatnya banyak belajar.
Jika di MA, sifat putusannya hanya terkait pada pihak yang mengajukan permohonan, maka di MK, putusannya mengikat untuk seluruh warga negaranya. Ia mengaku cepat belajar dan mudah menyesuaikan diri di lingkungan MK.
“Saya menemukan perbedaan dari sisi naskah putusan, di sini (MK) bahasanya lebih halus dibanding di MA yang penggunaan bahasanya cukup tajam. Sedangkan soal proses persidangan, saya merasa tidak ada masalah,” terangnya.
Suhartoyo Nyaman Menjadi Orang Biasa
Suhartoyo berasal dari lingkungan sederhana, membuatnya tidak terlalu mengandalkan jabatan atau posisi. Hal yang tinggi dan sebenarnya membuatnya tidak nyaman karena fasilitas yang ada.
“Saya ini nyaman menjadi orang-orang biasa saja,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia pun berharap keberadaannya yang melengkapi sembilan pilar hakim konstitusi dapat memenuhi rasa keadilan yang dicari para pencari keadilan ke MK.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




