Gerindra Sebut Prabowo Masih Terbuka Parpol Lain Bergabung, Termasuk PKS
Rabu, 1 Mei 2024 | 23:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau biasa disapa Saras mengatakan, presiden terpilih Prabowo Subianto masih membuka pintu bagi partai lain seusai PKB dan Nasdem bergabung koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Hal tersebut, kata Saras, tidak terlepas dari semangat Prabowo untuk persatuan Indonesia.
"Komunikasi selalu terbuka, bahkan sebelum kampanye selesai, sebelum 14 Februari, masih terus berjalan. Sampai sekarang pun juga tentunya pintu selalu terbuka. Karena Pak Prabowo sekali lagi selalu kedepankan persatuan Indonesia, terutama dari kalangan elitenya," ujar Saras seusai acara halalbihalal keluarga besar TKN Fanta di Fanta HQ, Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/5/2024).
Menurut Saras, Prabowo tentunya akan membahas dengan pimpinan partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) terhadap partai-partai yang akan bergabung. Menurut dia, komunikasinya terus berjalan.
"Untuk saat ini tentunya kita masih sangat terbuka untuk pihak manapun yang mungkin akan bergabung ataupun tidak, itu ada di pihak daripada pimpinan dan juga tentunya ketua-ketua dari partai," tandas Saras.
Saras mengatakan, dinamika politik ke depannya masih dinamis. Menurut dia, segala kemungkinan masih bisa terjadi.
"Dinamika politik tentunya masih sangat dinamis, organik, apa pun bisa terjadi," pungkas Saras.
Belakangan ini, Partai Gelora dan PKS terlibat polemik soal posisi oposisi atau koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah mengatakan partainya menolak PKS bergabung koalisi Prabowo-Gibran bukan karena alasan pribadi, tetapi terutama karena gagasan PKS selama ini sulit dikompromikan dengan partai politik lain.
"Keinginan PKS bergabung dengan presiden dan wapres terpilih Pak Prabowo dan Mas Gibran itu tidak ada masalah dengan partai lain, apa lagi Gelora yang belum mendapatkan posisi di legislatif pusat. Tetapi masalahnya adalah lebih dengan dirinya sendiri dan gagasan-gagasan yang selama ini seolah-olah sulit dikompromikan dengan siapapun," ujar Fahri kepada wartawan, Senin (29/4/2024).
Karana itu, kata Fahri, PKS lebih baik berpikir ulang jika ingin bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran. Dia juga menyinggung PKS yang kalah pada Pilpres 2024.
"Itu sebabnya sebaiknya PKS mengambil sedikit waktu untuk berpikir lebih mendalam tentang pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan yang selama ini diusung dan lalu menemukan argumen yang tepat untuk berada di luar pemerintahan, karena kalah di dalam pilpres yang lalu," jelas Fahri.
Terpisah, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Jazuli Juwaini mengatakan, partainya siap menjadi oposisi atau koalisi dalam pemerintahan Prabowo-Gibran. Pasalnya, pihaknya sudah memiliki pengalaman saat menjadi oposisi dan berada di dalam koalisi.
"PKS punya pengalaman 10 tahun koalisi di masa Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan 10 tahun oposisi di masa Pak Jokowi (Joko Widodo). Jadi oposisi enggak ada masalah, koalisi (dengan Prabowo-Gibran) siap. Kita lihat dinamikanya," kata Jazuli kepada wartawan, Selasa (30/4/2024).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




