Cegah Lonjakan Kematian Jemaah Haji, Menko PMK Pastikan Faskes Siap
Minggu, 19 Mei 2024 | 09:38 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau kesiapan fasilitas kesehatan (faskes) dan pelayanan lainnya untuk jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Langkah ini untuk mencegah kematian jemaah haji Indonesia yang pada 2023 naik signifikan.
"Saya fokuskan hari ini memantau pelayanan sektor kesehatan untuk jemaah Indonesia di Makkah, karena pada 20 Mei mereka dari Madinah sudah berduyung-duyun datang ke Masjidil Haram di Makkah," ujarnya dalam siara pers Minggu (19/5/2024).
Muhadjir menjelaskan pemantauan terhadap fasilitas kesehatan bagi jemaah haji merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat kabinet terbatas yang digelar di Istana Negara beberapa waktu lalu. "Bapak Presiden memberikan perhatian khusus tentang layanan kesehatan mengingat angka fatalitas (kematian) jemaah haji tahun lalu mengalami kenaikan tajam," ujarnya.
Ia mengingatkan seluruh jemaah haji yang sudah tiba di Arab Saudi untuk menghindari paparan langsung sinar matahari mengingat suhu udara berkisar 42 derajat celsius. "Hindari dehidrasi, lebih baik banyak kegiatan di dalam, banyak istirahat. Kalau kondisi tidak fit, jangan memaksakan keluar," tuturnya.
Dari hasil monitoring sejumlah fasilitas kesehatan di Makkah, menurut Muhadjir pelayanan kesehatan untuk jemaah haji sudah sangat siap. "Secara umum saya lihat sudah sangat siap mulai fasilitas, tata cara prosedur pelayanan, dan tenaganya," tegasnya.
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, secara total ada 773 jemaah haji yang wafat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1444 hijriah atau 2023. Perinciannya, 752 jemaah haji reguler, 18 jemaah haji khusus, dan tiga jemaah haji furoda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




