ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menko PMK: Keterbatasan Lahan Jadi Penyebab Jemaah Haji Tak Dapat Tenda di Mina

Rabu, 19 Juni 2024 | 23:53 WIB
HS
BW
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: BW
Tenda haji di Mina.
Tenda haji di Mina. (Beritasatu.com/Whisnu Bagus)

Jakarta, Beritasatu.com - Keterbatasan lahan menjadi salah satu alasan dan penyebab jemaah haji asal Indonesia di Mina, Arab Saudi tidak mendapatkan tenda.

Demikian pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menanggapi sejumlah jemaah yang terpaksa tidur di luar tenda karena tidak mendapat tempat atau over kapasitas tenda haji.  

Menurutnya, terkait masalah jemaah haji tidak mendapatkan tenda, ia menyatakan saat ini memang belum ada solusi, karena memang tempatnya yang sangat terbatas, termasuk juga toilet.

ADVERTISEMENT

"Saya mengusulkan itu supaya toiletnya dibuat beberapa lantai, tidak satu lantai, sehingga menghabiskan tempat, karena untuk toilet saja bisa habis banyak tempatnya sehingga harus dinaikkan di Mina itu,” katanya di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (19/6/2024).

Untuk mengatasi hal tersebut, Muhadjir menegaskan, dia akan meninjau langsung ke Arab Saudi pada 3 Juli 2024 mendatang sekaligus mengevaluasi pelaksanaan ibadah haji.

“Nanti kira-kira tanggal 3 Juli saya akan ke sana (Arab Saudi) untuk mengecek dan mengevaluasi kekurangan-kekurangan yang ada,” ungkap Muhadjir.

Ia juga mengaku sudah memberikan alarm dan arahan kepada Kementerian Agama (Kemenag) melalui direktur pelayanan haji luar negeri terkait permasalahan tenda untuk jemaah haji tersebut.

“Memang waktu saya ke Arab Saudi ingin meninjau tetapi tidak diperbolehkan, karena masih dalam proses percepatan pembangunan. Tetapi saya sudah wanti-wanti kepada direktur haji luar negeri waktu itu, agar itu mendapatkan perhatian, walaupun saya tidak bisa meninjau,” beber dia.

Dikatakan, terdapat tiga titik krusial yang menjadi permasalahan jamaah haji kesulitan mendapatkan tenda, yakni di Mina, Arafah, dan Muzdalifah.

Namun, skema mabit (bermalam) di Muzdalifah dengan cara murur atau melewati kawasan Muzdalifah dengan tetap berada di atas bus (tidak turun dari kendaraan) untuk langsung menuju tenda di Mina dinilai cukup membantu.

“Mina itu memang masih menjadi masalah, tetapi waktunya kan tidak lama di Mina itu, di Arafah juga sebetulnya ada masalah, tetapi kan sangat sebentar, di Muzdalifah sekarang juga ada kebijakan hanya lewat saja tidak perlu mabit kan, itu memang tiga titik krusial,” pungkasnya.

Kondisi tenda para jemaah haji Indonesia di Mina belakangan ini menjadi sorotan seusai dinilai kapasitasnya tak mencukupi menampung jemaah.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menag Pastikan Pemulangan Jemaah Haji Berjalan Lancar

Menag Pastikan Pemulangan Jemaah Haji Berjalan Lancar

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon