SYL Klaim Tak Ada yang Janggal Soal Transfer ke Nayunda
Senin, 24 Juni 2024 | 17:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengeklaim tidak ada yang janggal terkait transfer uang kepada penyanyi, Nayunda Nabila. Pemberian uang tersebut diklaim murni upah menyanyi Nayunda.
Hal itu diungkapkan SYL saat menjadi saksi mahkota dalam lanjutan sidang kasus dugaan korupsi Kementan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakpus, Senin (24/6/2024). Duduk sebagai terdakwa, yakni mantan Sekjen Kementan, Kasdi Subagyono serta mantan Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Muhammad Hatta.
"Kemudian yang berkaitan dengan Kasdi dan Hatta, apakah pernah saksi juga meminta untuk mengirimkan uang kepada Kasdi maupun Hatta yang ditujukan kepada Nayunda?" tanya jaksa saat persidangan.
"Pernah, tetapi itu terkait dengan mereka nyanyi dan bayarannya terlalu rendah. Ada complain dari keluarganya dan saya minta Pak Kasdi, dan saya teruskan kalau tidak salah WA-nya," jawab SYL.
SYL pun mengaku dihubungi langsung oleh ibu Nayunda mengenai persoalan upah tersebut. Sepengetahuannya, baik Hatta dan Kasdi mentransfer satu kali ke Nayunda, tetapi SYL mengaku tidak tahu sumber uangnya.
SYL hanya menegaskan, transfer uang tersebut untuk hasil menyanyi. Dia mengeklaim tidak ada kejanggalan dari transfer tersebut. "Saksi tidak memberi uang kepada Kasdi dan Hatta untuk memberi kepada Nayunda?" tanya jaksa.
"Tidak, karena ini terkait dengan hasil nyanyi. Dia kerja," ungkap SYL.
"Saya enggak mempermasalahkan hasilnya," respons jaksa.
"Tetapi harus dijelaskan supaya tahu ini bukan pemberian seperti apa-apa, dia habis kerja," timpal SYL.
Diketahui, SYL tersandung dugaan pemerasan, gratifikasi, serta TPPU. Kasus pemerasan dan gratifikasi SYL sudah berada di tahap persidangan, sedangkan TPPU masih dalam penyidikan KPK.
Jaksa KPK mendakwa SYL memeras anak buahnya serta menerima gratifikasi mencapai Rp 44,5 miliar selama menduduki posisi sebagai mentan.
Uang puluhan miliar ini dipakai untuk kepentingan pribadi SYL serta keluarganya. Beberapa di antaranya yang terungkap untuk kado undangan, Partai Nasdem, acara keagamaan, carter pesawat, bantuan bencana alam, keperluan ke luar negeri, umrah, hingga kurban.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




