Menkominfo: Keamanan Siber Indonesia Perlu Ditingkatkan Seusai Diserang Ransomware
Jumat, 28 Juni 2024 | 08:08 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa keamanan siber Indonesia perlu ditingkatkan. Hal tersebut untuk mencegah dan mengantisipasi terulangnya serangan siber ransomware.
"Ini harus menjadi perhatian kita semua sebagai negara dan bangsa bahwa keamanan siber kita masih perlu peningkatan yang lebih," ujar Budi Arie dalam dapat kerja dengan Komisi I DPR di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6/2024).
Budi Arie menegaskan hampir seluruh negara juga kena serangan ransomware. Menurut dia, Indonesia termasuk negara dengan dampak yang paling ringan dari serangan tersebut.
"Kita bisa lihat ini ransomware tidak ada seluruh dunia yang tidak terkena serangan ransomware. Dan yang paling banyak Amerika Serikat 40,43%, Kanada 6,75%, Inggris 6,44%, Jerman 4,29% dan Prancis 3,8%. Indonesia terkena dampak sekitar 0,67% dari serangan ransomware," jelas Budi Arie.
Budi Arie juga mengungkapkan hasil studi Technology Review Insight yang justru menempati Indonesia pada peringkat negara paling bawah dari G20 sebagai negara yang terkena dampak serangan siber.
"Kita bisa melihat gambar peringkat negara dalam indeks pertahanan siber pada 2022-2023. Ini hasil studi dari MIT Technology Review Insight di 2022. Di mana peringkat Indonesia di G20 ini nomor 20," beber dia.
Lebih lanjut Budi Arie menuturkan virus ransomware ini melanda seluruh dunia dan menjadi perhatian bersama.
"Ransomware yang menyerang Indonesia ini adalah versi yang terakhir, latest version. Jadi versi yang terakhir sehingga menjadi perhatian seluruh dunia terhadap ransomware ini," pungkas Budi Arie.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




