Indonesia dan Malaysia Dorong Jalur Rempah Diakui UNESCO
Rabu, 3 Juli 2024 | 09:31 WIB
Melaka, Beritasatu.com – Indonesia dan Malaysia berupaya mendorong agar jalur rempah diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Hal ini terungkap saat delegasi Indonesia dalam misi pelayaran budaya jalur rempah mengunjungi Melaka, Malaysia 30 Juni hingga 3 Juli 2024.
Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi (Kemendikbudristek) Irini Dewi Wanti menyatakan, kerja sama antara Malaysia dan Indonesia sangat penting untuk mempromosikan semua destinasi terkait dengan jalur rempah.
“Ini akan memperkaya kajian kita untuk mendorong jalur rempah sebagai warisan dunia ke UNESCO,” ujarnya seperti yang dikutip Antara pada Rabu (3/7/2024).
Irini juga menambahkan kerja sama dengan Malaysia mengenai jalur rempah akan diperkuat. “Kita bisa melakukannya melalui diskusi bilateral, mengadakan proyek bersama-sama dengan menghadirkan pihak yang berkompeten kedua negara, dan bahkan melalui program pertukaran pelajar,” katanya.
Saat menerima delegasi Indonesia, Ketua Menteri Melaka Malaysia Datuk Seri Abdul Rauf Yusoh menyatakan, hubungan budaya dan sejarah jalur rempah merupakan hal penting dari perkembangan masyarakat di Indonesia dan Malaysia.
Apalagi, hubungan antara kedua negara ini telah terjalin sejak masa Kerajaan Majapahit dan Kesultanan Melayu Melaka. “Kita harus terus menjaga relasi ini agar sejarah dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang,” katanya di Casa del Rio, Melaka, Malaysia.
Rauf juga menyatakan niatnya untuk berbicara dengan presiden terpilih Prabowo Subianto mengenai upaya memperkuat hubungan antara Indonesia dan Malaysia melalui program budaya jalur rempah.
“Kami telah melakukan studi tentang penguatan hubungan Malaysia-Indonesia, dan ini akan saya sampaikan bila ada kesempatan untuk diundang dan mempresentasikannya kepada Pak Prabowo,” ujarnya.
Delegasi Indonesia yang merupakan bagian misi pelayaran budaya jalur rempah sampai di Melaka dengan tiga kapal layar Angkatan Laut Indonesia KRI Dewaruci. Mereka disambut tarian kesenian Melaka serta Tentera Laut Malaysia.
Misi ini merupakan pelayaran internasional pertama untuk menelusuri jejak sejarah jalur rempah di Nusantara serta aspek budaya yang muncul di sepanjang rute pelayaran di Asia Tenggara. Ini merupakan salah satu langkah utama dalam pengajuan jalur rempah sebagai warisan dunia ke UNESCO.
Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Hermono menyatakan, misi budaya ini menjadi sejarah penting pengembangan hubungan kedua negara. Terlebih lagi, Melaka menjadi pelabuhan internasional pertama yang dikunjungi oleh KRI Dewaruci.
Sebelum tiba di Melaka, KRI Dewaruci telah mengunjungi beberapa kota di Indonesia, seperti Dumai, Belitung Timur, dan Sabang. KRI Dewaruci berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta 7 Juni 2024 dan dijadwalkan kembali ke Jakarta 17 Juli 2024.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




