ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kampus Kebangsaan Upaya BNPT Perkuat Daya Tahan dari Radikalisme dan Terorisme

Sabtu, 6 Juli 2024 | 08:49 WIB
YP
BW
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: BW
BNPT menggelar Kampus Kebangsaan di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten, Kamis 4 Juli 2024.
BNPT menggelar Kampus Kebangsaan di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten, Kamis 4 Juli 2024. (./Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membuat berbagai program pencegahan radikalisme dan terorisme di kalangan generasi muda. Setelah program Sekolah Damai di lingkungan pelajar SMA, BNPT juga menggelar program Kampus Kebangsaan untuk menyasar kalangan akademisi dan mahasiswa. Program ini untuk memberikan public resilience atau daya tahan di lingkungan pendidikan tinggi dari radikalisme dan terorisme.

Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Roedy Widodo saat membuka acara Penguatan Kampus Kebangsaan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, di Serang mengatakan, BNPT memiliki visi yang dituangkan dalam dokumen rencana strategis, yaitu negara dan masyarakat aman dari ancaman maupun tindak pidana terorisme dalam rangka terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat dan berkepribadian, berlandaskan gotong royong.

“Rencana strategis tersebut memiliki misi untuk memberikan perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga dari ancaman tindak pidana terorisme. Termasuk di dalamnya memberikan perlindungan dan pencegahan dari pengarah paham radikalisme dan terorisme bagi kalangan generasi muda di antaranya pelajar dan mahasiswa,” ujar Mayjen TNI Roedy Widodo, dalam keterangannya, Jumat (5/7/2024).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, BNPT selama ini menggunakan seluruh potensi nasional untuk melawan ideologi radikalisme dan terorisme guna menjaga generasi muda dengan konsep Pentahelix dengan kerja sama dan kolaborasi secara multipihak yang melibatkan beberapa unsur yang salah satunya kalangan akademisi.

“Pentahelix ini artinya multipihak. Ini menandakan tantangan dalam menghadapi terorisme berada di semua lini. Kita kembangan terus penetrasi kita ke semua pihak termasuk di lingkungan kampus melalui Kampus Kebangsaan yang sekarang digelar di UIN Banten ini. Semua pihak harus melawan ideologi terorisme,” jelasnya.

Dijelaskan, Kampus Kebangsaan ini adalah salah satu program yang sudah dicanangkan Kepala BNPT Komjen Pol Rykco Amelza Dahniel pada 2024 untuk dilakukan di level-level perguruan tinggi baik peguruan tinggi negeri maupun swasta, setelah sebelumnya juga ada program Sekolah Damai yang menyasar kalangan pelajar dan guru.

“Kampus Kebangsaan ini adalah upaya kami dari BNPT untuk meningkatkan public resilience dan public awareness yang menjadi daya tangkal di lapisan civitas academica sehingga dapat menangkal dan mencegah paham tersebut,” ucapnya.  

Deputi I BNPT mengatakan, program Kampus Kebangsaan ini penting diberikan karena mahasiswa ini adalah bagian dari generasi muda yang masuk dalam bagian dari pemberdayaan perempuan anak dan remaja BNPT melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme sebagai mitra BNPT yang ada di setiap provinsi.

Melalui kegiatan Kampus Kebangsaan ini, dia mengajak seluruh pihak, khususnya para civitas academica, untuk senantiasa meningkatkan ketahanan diri dari pengaruh paham radikal terorisme seraya membangun deteksi dini melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Rektor UIN SMH, Wawan Wahyudin mengapresiasi Langkah BNPT yang telah menggelar program penguatan Kampus Kebangsaan untuk kalangan mahasiswa di kampusnya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon