ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jadi Korban Phising, Pedagang Sembako di Bandar Lampung Kehilangan Rp 298 Juta

Selasa, 15 Oktober 2024 | 08:53 WIB
T
H
Penulis: Triyono | Editor: HE
Seorang pedagang sembako di Sukarame, Bandar Lampung, bernama Muhammad Hartono (63) mengalami kerugian besar setelah menjadi korban penipuan online atau phising yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Seorang pedagang sembako di Sukarame, Bandar Lampung, bernama Muhammad Hartono (63) mengalami kerugian besar setelah menjadi korban penipuan online atau phising yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). (Beritasatu.com/Triyono)

Bandar Lampung, Beritasatu.com – Seorang pedagang sembako di Sukarame, Bandar Lampung, Muhammad Hartono (63), mengalami kerugian besar setelah menjadi korban penipuan online atau phising yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Akibat penipuan tersebut, uang sebesar Rp 298 juta di rekening bank miliknya habis dikuras oleh pelaku.

Hartono tak menyangka uang yang ia simpan dengan susah payah akan hilang begitu saja. Kejahatan ini bermula pada Jumat (12/10/2024) ketika ia menerima telepon dari seseorang yang mengaku petugas DJP.

Penelepon tersebut meminta Hartono melakukan verifikasi data perusahaan dan NPWP dengan dalih untuk meringankan kewajiban pajaknya. Ia juga diminta mengirim uang materai Rp 12.000 ke rekening atas nama Mochamad Januari. Tak hanya itu, Hartono menerima file dokumen resmi melalui WhatsApp yang terlihat meyakinkan, sehingga ia percaya bahwa penelepon benar-benar berasal dari DJP.

ADVERTISEMENT

Awalnya, Hartono tidak menyadari dirinya tengah diperdaya. Namun, sekitar pukul 16.30 WIB, ia menerima notifikasi SMS dari layanan mobile banking yang menginformasikan adanya pemindahan dana sebesar Rp 298 juta. Saat memeriksa saldonya, ia terkejut karena uang di rekeningnya hanya tersisa Rp 98.000.

Putra Hartono, Asep Holis Nurjamil, telah melaporkan kasus ini ke polisi dan menghubungi pihak bank untuk meminta bantuan.

“Pihak bank menyatakan akan segera memproses aduan untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Asep, Senin (14/10/2024).

Asep berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam bertransaksi secara online, terutama bagi orang tua yang kurang memahami sistem digital.

“Banyak orang tua yang mudah tertipu karena tidak paham dengan teknologi digital,” tambahnya.

Hartono berharap pihak bank dan kepolisian bisa bekerja sama untuk mengusut kasus penipuan ini dan memulihkan dana yang hilang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon