Herindra Dinilai Cocok dan Strategis Jadi Kepala BIN Gantikan Budi Gunawan
Rabu, 16 Oktober 2024 | 11:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemilihan Letjen TNI (Purn) Muhammad Herindra sebagai kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang baru dinilai sangat cocok untuk memperkuat agenda pemerintahan baru Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Herindra akan menggantikan Budi Gunawan.
"Pemilihan Letjen Herindra merupakan langkah yang strategis untuk memperkuat agenda pemerintahan baru presiden Prabowo Subianto. Beliau seorang jenderal militer yang memiliki kompetensi dan kapabilitas memadai untuk memimpin institusi telik sandi yang menjadi koordinator dari seluruh komunitas intelijen di Indonesia," ujar Analis Politik dan Isu Intelijen Boni Hargens kepada wartawan, Rabu (16/10/2024).
Boni mengatakan pengalaman Herindra sebagai perwira militer menjadi modal besar untuk memimpin institusi BIN. Selain itu, kata dia, Herindra merupakan sosok yang dekat dengan presiden terpilih Prabowo.
"Tentu saja hal itu menjadi jaminan loyalitas yang tak diragukan lagi terhadap presiden baru sebagai end-user dalam proses diseminasi informasi intelijen," ungkap Boni.
Boni mengaku optimistis kemajuan institusi BIN yang sudah dilakukan Budi Gunawan selama 8 tahun terakhir terus meningkat di tangan Herindra sebagai kepala BIN baru. Menurut dia, konteks dinamika global yang makin dinamis dan konfliktual menuntut kesiapan negara dalam merespons segala bentuk ancaman yang datang dari luar.
"Untuk itu, BIN merupakan tulang punggung dalam menjamin keamanan nasional dalam kerangka kolaborasi dan koordinasi lintas sektoral dengan institusi lain yang relevan," imbuh dia.
Selain itu, kata Boni, BIN ke depan juga mengantisipasi dinamika domestik mendatang.
"Dinamika domestik juga akan cukup kompleks di tahun-tahun yang akan datang dalam segala matra. Intelijen adalah mata dan telinga terbaik dari negara. Deteksi dini dan cegah dini adalah tugas utama intelijen," pungkas Boni.
Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani mengungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan Wakil Menteri Pertahanan M Herindra menjadi calon kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Budi Gunawan. DPR, kata Puan, telah menerima surat dari Presiden Jokowi terkait pemberhentian Budi Gunawan sebagai kepala BIN pada 10 Oktober 2024 lalu.
"Jadi sudah diusulkan satu nama dari Presiden Jokowi. Surpres pergantian kepala BIN atas nama Pak Herindra yang insyaallah akan dilaksanakan fit and propernya atau pertimbangan dari DPR-nya itu insyaallah besok pagi di DPR," ujar Puan di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Puan mengatakan pihaknya segera membentuk tim khusus untuk membahas lebih lanjut mekanisme pengangkatan dan pemberhentian kepala BIN Budi Gunawan. Pasalnya, tupoksi yang melakukan fit and proper test calon kepala BIN dilakukan di Komisi I DPR, tetapi hingga saat ini alat kelengkapan dewan belum terbentuk.
“Rapat konsultasi memutuskan membentuk tim yang dipimpin oleh pimpinan DPR yang mempunyai tugas untuk membahas pertimbangan atas pemberhentian dan pengangkatan calon kepala BIN,” tandas Puan.
Puan mengatakan bahwa tim khusus ini akan mulai bekerja pada Rabu, 16 Oktober 2024.
“Berkenaan dengan itu kami meminta persetujuan paripurna hari ini dalam rangka pembentukan tim DPR komposisi dan nama-nama tersebut apakah akan disetujui?” tanya Puan kepada seluruh peserta rapat.
“Setuju,” jawab peserta rapat. Puan pun kemudian mengetok palu tanda pengambilan keputusan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




