Badan Karantina Indonesia Pastikan Sapi Impor Bebas dari PMK
Selasa, 7 Januari 2025 | 15:06 WIB
Tangerang, Beritasatu.com - Kepala Badan Karantina (Barantin) Indonesia Sahat M Panggabean memastikan sapi impor yang masuk ke Tanah Air bebas penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun lumpy skin disease (LSD).
Hal ini disampaikan Sahat pada saat meninjau langsung instalasi karantina hewan PT Tanjung Unggul Mandiri (TUM) yang berlokasi di Tanjung Burung, Kabupaten Tangerang, Banten.
"Kita bisa pastikan bahwa sapi-sapi yang masuk ke Indonesia itu benar-benar bebas penyakit PMK dan satu lagi penyakit LSD," ujar Sahat di karantina hewan PT TUM, Selasa (7/1/2025).
Ia telah melakukan pengecekan langsung untuk memastikan bahwa sapi impor tersebut telah bebas dari PMK dan LSD.
Sapi impor tersebut, kata Sahat, datang langsung dari Australia dan sudah dilakukan vaksinasi.
"Sesampainya di negara zamrud khatulistiwa ini, sapi itu juga kembali divaksinasi untuk memastikan hewan bebas dari penyakit," ucapnya.
"Kami juga sudah lihat langsung ke Australia yang dikirim ke sini, sampai sini kita pastikan sapi-sapi itu divaksinasi untuk penyakit PMK dan LSD," tambah Sahat.
Selain divaksinasi, sapi impor itu juga diperika darahnya guna memastikan hewan berkaki empat itu terbebas dari virus. Hal tersebut juga galakan untuk mencegah sapi terkena penyakit dari luar ke Indonesia.
"Meskipun sehat, tetap dilakukan vaksinasi, tadi diambil juga sampel darah. Vaksinasi ini bukan sampling, tetapi pada seluruh populasi," imbuhnya.
Sahat menambahkan, ada sekitar 470 ekor sapi di seluruh feedloder Indonesia dan semuanya telah dilakukan vaksinasi sesuai standar operasional prosedur.
"Jadi seluruh sapi yang masuk Indonesia kita pastikan, pertama dari negara asalnya sehat, tetapi juga ketika sampai di Indonesia kita vaksinasi," bebernya.
Menurut Sahat, sapi impor itu akan dimusnahkan ketika sakit. “Kita tidak akan memberi makanan tidak sehat ke masyarakat kita. Kita tetap aware terhadap isu PMK ini," tandas Sahat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




