ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Namanya Dikaitkan dengan Penggeledahan Rumah Hasto Kristiyanto oleh KPK, Jokowi: Masak Ditanyakan ke Pensiunan

Rabu, 8 Januari 2025 | 15:46 WIB
WP
SM
Penulis: Wijayanti Putri | Editor: SMR
Mantan Presiden Jokowi saat ditemui di kediamannya di Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu, 8 Januari 2025.
Mantan Presiden Jokowi saat ditemui di kediamannya di Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu, 8 Januari 2025. (Beritasatu.com/Wijayanti Putri)

Solo, Beritasatu.com - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan dirinya tidak ada kaitan dengan penggeledahan rumah milik Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (7/1/2025). 

“Di Jakarta (penggeledahan rumah Hasto) ya ditanyakan di Jakarta dong, masak ditanyakan ke pensiunan. Enggak ada (hubungannya). Itu proses hukum biasa,” ujar Jokowi kepada wartawan di kediamannya di Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/1/2025).

Hal itu disampaikan Jokowi menanggapi tudingan Juru Bicara PDIP Guntur Romli yang menyebut penggeledahan rumah Hasto Kristiyanto oleh KPK bagian dari upaya pengalihan isu Jokowi sebagai finalis tokoh dunia paling korup versi organisasi jaringan jurnalis investigasi global Organize Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

ADVERTISEMENT

Jokowi mengatakan soal namanya masuk dalam daftar tokoh dunia paling korups versi OCCRP hanya isu.

“Ya namanya isu saja kenapa harus ditanggapi. Kan sudah ada klarifikasi yang jelas dari OCCRP. Klarifikasinya sudah jelas,” tandasnya. 

Jawaban tersebut sekaligus menepis tudingan yang diarahkan kepadanya. Pasalnya penggeledahan yang dilakukan KPK di rumah Hasto Kristiyanto lantaran Jokowi marah dimasukkan dalam nominasi tokoh terkorup versi OCCRP.

Terbaru OCCRP sudah mengeluarkan klarifikasi jika mereka tidak memiliki bukti apapun terkait Jokowi terlibat korupsi untuk kepentingan pribadi di masa pemerintahannya. Namun, masyarakat menilai selama masa pemerintahan Jokowi secara signifikan melemahkan pemberantasan korupsi di Indonesia, dalam hal ini melemahkan KPK.

Ditambah dengan kritikan yang didapatkan Jokowi terkait pemilu dan pencalonan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden. Sehingga banyaknya usulan dari warganet membuat Jokowi masuk dalam daftar nominasi OCCRP.

Jokowi pun menandaskan jika dirinya tidak melakukan intervensi apapun terkait proses hukum yang menjerat Hasto Kristiyanto kini, maupun dulu saat dirinya masih menjabat sebagai Presiden. Meski diakuinya, dirinya dekat dengan PDIP. 

“Ya memang dekat, saya dengan PDIP. Tetapi kita ndak pernah (ikut campur proses hukum). Ya proses hukum ya urusan hukum. Baik di kepolisian, baik di kejaksaan, baik di KPK, semuanya. (Soal intervensi) tanyakan saja ke sana (aparat hukum) jangan tanya ke saya,” ucapnya. 

Sebelumnya KPK juga menegaskan penggeledahan rumah Hasto Kristiyanto dilakukan secara profesional oleh penyidik, tidak ada upaya pengalihan isu.

"Ada juga pihak-pihak yang merasa kegiatan ini adalah pengalihan isu, untuk isu-isu lain yang sedang hangat dibicarakan, mari kita biarkan itu berada di ruang publik," ujar Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika di Jakarta.

Tessa menekankan setiap tindakan penggeledahan atau penyitaan dilakukan berdasarkan kebutuhan untuk memenuhi unsur perkara yang sedang ditangani seperti kasus Hasto Kristiyanto

"KPK dalam hal ini penyidik akan menjalankan tindakan secara profesional, prosedural, dan proporsional," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon