Buka Kongres Muslimat NU, Prabowo Perintahkan Kejagung hingga KPK Tindak Tegas Koruptor
Senin, 10 Februari 2025 | 18:06 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Kongres XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Jatim Expo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2/2025).
Dalam sambutannya, Prabowo memerintahkan para penegak hukum mulai Kejaksaan Agung, KPK, Polri, hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menindak tegas koruptor-koruptor yang tidak kunjung tobat dan menyengsarakan rakyat.
Prabowo menyampaikan perintah itu sebagai tindak lanjut setelah beberapa waktu lalu sudah memberikan peringatan kepada para koruptor agar mengembalikan hasil curian dari uang rakyat pada 100 hari pertama pemerintahannya.
BACA JUGA
Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Dijadwalkan Hadiri Kongres XVIII Muslimat NU di Surabaya
"Sudah 100 hari, mbok sadar, mbok bersihkan diri ya kan. Hai koruptor-koruptor, yang kau curi, mbok kembalikan untuk rakyat. Kalau malu-malu nanti kita cari cara yang enggak malu. Tetapi mbok ya kembalikan. Saya tunggu 100 hari, 102 hari, 103. Hari ini sudah 100 berapa hari ya, apa boleh buat ya terpaksalah jaksa agung, kapolri, BPKP, KPK silakan (ditindak tegas)," kata Prabowo seperti disaksikan dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.
Di hadapan hadirin peserta Kongres Muslimat NU, Prabowo menjelaskan pada 100 hari pemerintahannya bersama Kabinet Merah Putih, prinsip mendahulukan kebaikan dan kerukunan menjadi hal yang dipegangnya untuk menghadirkan program-program bagi masyarakat.
Baca Juga: Datangi Istana, Khofifah Undang Presiden Prabowo Hadiri Kongres ke-18 Muslimat NU
Dengan begitu, lanjut Prabowo, setiap langkah yang dikerjakan bersama Kabinet Merah Putih dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi rakyat.
Namun, dalam menyikapi koruptor, Prabowo dengan tegas menyatakan mengambil sikap sebaliknya agar para koruptor jera.
"Kalau maling enggak usah diajak rukun. Saya hanya ingin mengajak kebaikan," katanya dikutip dari Antara.
Prabowo juga mengatakan langkah tegas harus diambil untuk menindak para koruptor karena masyarakat Indonesia saat ini sudah jengah dan tidak lagi bisa dibohongi.
Dengan dukungan dari rakyat, Presiden Prabowo merasa jeratan hukum diperlukan agar kekayaan yang dimiliki Indonesia tidak lagi disalahgunakan.
"Saya nangkap di mana-mana rakyat kita sudah tidak mau lagi membiarkan kekayaan rakyat diambil terus. Saya benar-benar saya merasa mendapat kekuatan hari ini dan hari-hari setiap saat saya turun melihat rakyat di mana-mana dan saya ke mana-mana. Saya merasakan rakyat itu menangkap rakyat Indonesia sudah tidak bisa dibohongi lagi," ujar Prabowo dalam pembukaan Kongres Muslimat NU 2025.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




