DPR Ungkap Banyak Puskesmas Belum Siap Jalankan Program Cek Kesehatan Gratis
Jumat, 21 Februari 2025 | 05:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh mengungkapkan masih banyak puskesmas di daerah yang belum siap menjalankan salah satu program cek kesehatan gratis. Pasalnya, puskesmas tersebut masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas penunjang cek kesehatan gratis tersebut.
"Kemarin saya sempat kunjungan kerja ke Sulawesi Tengah, kita melihat langsung kondisi di lapangan, bagaimana sebenarnya masih banyak puskesmas yang belum siap untuk melakukan cek kesehatan gratis. Kita juga melihat ternyata secara SDM, sumber daya kita masih kurang. Contoh masih kekurangan yang namanya dokter gigi, kekurangan 40 persen sekian," ujar Nihayatul kepada Beritasatu.com, Kamis (20/2/2025).
Menurut Nihayatul, pemerintah harus memikirkan dan mencarikan solusi yang tepat untuk mengatasi kekurangan SDM dan fasilitas kesehatan dalam menyukseskan program cek kesehatan gratis. Apalagi, kata dia, terdapat dua jenis cek kesehatan gratis, yakni pertama cek kesehatan gratis ulang tahun yang sudah mulai pada 10 Februari 2025 lalu khusus untuk anak dari usia 0-6 tahun dan dewasa berumur di atas 18 tahun.
Kedua, cek kesehatan gratis sekolah yang akan mulai pada tahun ajaran baru Juni-Juli 2025 khusus untuk siswa 7-17 tahun.
"Di satu sisi, ini juga bagus buat kita sehingga bisa memetakan kekurangan SDM dan kebutuhan ke depannya apa. Satu sisi juga kita realistis juga dengan jumlah penduduk dan fasilitas kesehatan yang ada. Semuanya tidak bisa ditangani di puskesmas dan rumah sakit yang ada, tetapi juga dengan klinik-klinik swasta dan ini kita diskusikan bersama dengan BPJS (kesehatan) karena ini nanti yang meng-cover adalah BPJS," jelas dia.
Lebih lanjut, Nihayatul juga mendorong pemerintah untuk melakukan sosialisasi secara masif hingga ke daerah-daerah soal program cek kesehatan gratis ini. Terutama, kata dia, langkah-langkah bagi petugas kesehatan melakukan skrining-skrining serta jenis-jenis skrining sesuai batasan umur.
"Banyak juga masyarakat, puskesmas-puskesmas yang mereka ini belum tahu bagaiman cara melakukan jenis-jenis skrining tertentu. Jadi, sumber daya manusia harus diperbarui, sumber daya ini bukan hanya soal jumlah, tetapi juga soal keahlian. Kita pikirkan bersama soal itu," pungkas Nihayatul mengenai program cek kesehatan gratis.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




