ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Golkar dan PKB Tak Masalah Jokowi Bentuk Partai Baru

Kamis, 6 Maret 2025 | 19:23 WIB
YP
BW
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: BW
Waketum Partai Golkar Adies Kadir dan Waketum PKB Cucun Ahmad Syamsurijal di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 6 Maret 2025.
Waketum Partai Golkar Adies Kadir dan Waketum PKB Cucun Ahmad Syamsurijal di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 6 Maret 2025. (Beritasatu.com/Yustinus Patris Paat)

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak masalah jika Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) akan mendirikan partai baru dengan konsep partai superterbuka untuk semua kalangan, termasuk anggota partai politik lain. Yang terpenting, kata Golkar dan PKB, pendirian partai Jokowi tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Sebenarnya hal itu lebih tepat ditanyakan langsung ke Pak Jokowi. Namun, kalau sebagai kader partai dan anggota DPR, saya melihat sah-sah saja. Setiap orang berhak mendirikan partai politik di Indonesia, asalkan memenuhi syarat yang berlaku. Mau model partainya terbuka atau tertutup, itu tergantung pendirinya," ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar Adies Kadir di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/3/2025).

Adies juga sempat mengomentari isu Jokowi yang dikabarkan bakal bergabung dengan Partai Golkar. Menurut Adies, Golkar adalah partai yang selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung.

ADVERTISEMENT

"Di Golkar, kami selalu terbuka. Siapa pun yang ingin bergabung, pintu kami terbuka lebar. Kalau memang ingin bergabung, silakan. Kalau tidak, kami juga tetap berjalan sesuai visi dan misi kami. Yang terpenting bagi Golkar adalah bagaimana kami terus bekerja untuk rakyat," jelas Adies.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Umum PKB Cucun Ahmad Syamsurijal menilai, sah-sah saja Jokowi ingin membentuk partai baru dengan model superterbuka. Namun, Cucun mengingatkan bahwa mekanisme pendirian partai harus mengikuti undang-undang, bukan dengan konsep seperti perusahaan terbuka atau tbk.

"Kalau ada yang mau bikin partai, silakan saja selama sesuai dengan aturan yang ada. Namun, tidak bisa bikin partai dengan pola yang berbeda dari undang-undang kita. Ada wacana menggabungkan konsep partai dengan sistem tbk, ya ini kan bukan perusahaan," ujar Cucun di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/3/2025).

Sebelumnya, Jokowi mengaku telah berbicara dengan para relawan terkait gagasannya tentang partai super-tbk. Hanya saja, kata dia, gagasan tersebut ternyata sudah disambar oleh partai lain.

Jokowi mengatakan pertemuan tersebut telah digelar di Jakarta beberapa waktu lalu dan dihadiri salah satunya adalah Ketua Umum Projo Budi Arie.

“Bukan Pak Budi saja, dengan relawan-relawan yang ada. Salah satunya Pak Menteri Budi Arie,” ujar Jokowi di kediaman pribadi di Sumber, Banjarsari, Solo, Rabu (5/3/2025).

Menurut Jokowi, partai superterbuka merupakan partai yang bersifat terbuka sehingga semua anggotanya merasa memiliki. Selain itu, partai Jokowi juga mempunyai konsep pemilihan ketuanya dilakukan secara terbuka.

"(Partai superterbuka) Partai yang terbuka, yang superterbuka, yang nanti pemilihan ketuanya juga dilakukan secara terbuka oleh seluruh anggotanya dan itu betul partai milik bersama," pungkas Jokowi terkait partai baru.

Terkait rencana pendirian partai Jokowi tersebut, Golkar dan PKB tidak mempemasalahkannya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon