Ramadan, Bulan Dilipatgandakan Amal Perbuatan
Selasa, 11 Maret 2025 | 11:22 WIB
Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh dengan kemuliaan, yang mana di dalamnya penuh dengan rahmat kasih sayang Allah, penuh dengan ampunan, penuh dengan hikmah dan pelajaran, yang saking mulianya Allah menurunkan Al Qur’an di bulan ini, sebagaimana Allah berfirman di dalam surat Al-Baqarah ayat (185):
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ
Artinya : Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan terkait petunjuk itu serta menjadi pembeda antara yang benar dan yang salah.
Dari ayat tersebut memberi pelajaran bagi kita bahwa Al-Qur’an diturunkan untuk menjadi petunjuk dan pedoman bagi manusia, yang memberikan akan hal yang baik dan buruk, benar dan salah. Terlebih di bulan Ramadan yang segala sesuatunya Allah lipat gandakan, menjadi momentum untuk kita dalam meningkatkan semangat dan kedisplinan dalam beribadah, dalam bermuamalah, dalam menjalin hubungan dengan Sang Khalik dan makhluk.
Hal ini tercantum dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Sayyidah Ummi Hani’ binti Abi Thalib karramallahu wajhah yang tercatat dalam kitab Mu’jam Ash-Shaghir.
Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya umatku (Umat Nabi Muhammad SAW) tidak akan terhina, selama mereka menegakkan bulan Ramadan. Para Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apa bentuk kehinaan mereka dalam menyia-nyiakan bulan Ramadan?" Rasulullah menjawab, ”Pelanggaran terhadap hal-hal yang haram pada bulan Ramadan, seperti zina atau minum khamar. Allah dan para malaikat melaknatnya hingga tahun berikutnya. Jika ia meninggal sebelum bulan Ramadan berikutnya, maka ia tidak mempunyai kebaikan apa pun di sisi Allah yang bisa menyelamatkannya dari neraka. Oleh sebab itu, berhati-hatilah terhadap bulan Ramadan, karena pahala kebaikan demikian juga ganjaran kejelekan akan dilipatgandakan."
Hadis di atas memberitahukan kepada kita bahwa betapa besarnya nilai ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadan. Sekecil apa pun bentuk kebaikan yang dilakukan pada bulan ini bernilai besar pahalanya dibanding bulan-bulan lainnya.
Namun, pada bulan ini juga Allah melipatgandakan dosa dalam setiap perbuatan buruk yang dilakukan. Sekecil apa pun kesalahan yang dilakukan pada bulan Ramadan akan tetap mengungguli bulan yang lain perihal dosanya.
Oleh sebab itu, Nabi Muhammad SAW berpesan kepada kita untuk berhati-hati dan menjaga diri pada bulan Ramadan, sehingga kita bisa melakukan kebaikan dan mengambil keberkahan pada bulan ini dengan keridaan Allah Swt.
Berikut beberapa amal kebaikan yang bisa dilakukan selama bulan Ramadan.
1. Tadarus Al-Qur’an
Menjadi momen ideal untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt yaitu bulan Ramadan yang mendorong kita untuk lebih banyak membaca, memahami, dan merenungkan makna Al-Qur'an. Dengan tadarus, mempelajari tafsir, dan mengamalkan kandungannya, kita dapat meningkatkan iman, mendapatkan petunjuk hidup, dan meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
2. Salat Tarawih
إِنَّ رَمَضَانَ شَهْرٌ فَرَضَ اللهُ صِيَامَهُ، وَإِنِّي سَنَنتُ لِلْمُسْلِمِينَ قِيَامَهُ، فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمٍ وَلَدَتْهُ أُمَّهُ
Artinya:
Sesungguhnya Ramadan adalah bulan di mana Allah mewajibkan puasanya, dan sesungguhnya aku menyunahkan qiyam-nya untuk orang-orang Islam. Maka barang siapa berpuasa Ramadan dan qiyam Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka ia (pasti) keluar dari dosa-dosanya sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR Ahmad)
Dalam hadis tersebut Allah Swt menyunahkan salat qiyam (salat tarawih) bagi seluruh umat Muslim di samping diwajibkannya puasa di siang harinya. Barang siapa yang mengerjakannya dengan sepenuh hati karena keyakinannya untuk mencari pahala maka Allah Swt akan mengampuni seluruh dosanya sebagaimana ia dilahirkan ke dunia.
3. Qiyamul Lail
Di bulan Ramadan malam hari menjelma menjadi momen istimewa untuk berburu kebaikan. Salah satu caranya adalah dengan mendirikan salat malam atau tahajud. Keutamaan salat malam di bulan suci ini begitu berlimpah, di antaranya diampuni dosa-dosa yang telah lalu, dikabulkan doa-doa, dan mendapatkan ketenangan hati.
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا
“Pada sebagian malam hari, laksanakanlah salat tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79)
4. Iktikaf
Rasulullah SAW dalam hadisnya bersabda:
"Siapa yang ingin beriktikaf bersamaku, maka beriktikaflah pada sepuluh malam terakhir,” (HR Ibnu Hibban).
Hadis di atas menjelaskan tentang anjuran memperbanyak iktikaf di bulan Ramadan saat sudah memasuki sepuluh hari terakhir. Sebab, waktu tersebut merupakan momen paling potensial untuk mendapatkan malam lailatulqadar. Meski demikian, tidak ada salahnya jika iktikaf sudah mulai diperbanyak sejak awal Ramadan.
5. Bersedekah
Keutamaan bersedekah di bulan Ramadan sungguh luar biasa. Pahala yang dilipatgandakan, dosa yang diampuni, terhindar dari siksa kubur, dan bahkan dijanjikan pintu khusus di surga bagi para pemberi sedekah. Tak hanya itu, bersedekah juga dapat menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, serta membawa ketenangan dan kebahagiaan bagi hati yang memberi.
Surah Al-Baqarah ayat (261).
مَثَلُ الَّذِيۡنَ يُنۡفِقُوۡنَ اَمۡوَالَهُمۡ فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنۡۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِىۡ كُلِّ سُنۡۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍؕ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنۡ يَّشَآءُ ؕ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيۡمٌ ٢٦١
Artinya, "Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas (karunia-Nya), Maha Mengetahui."
Demikianlah Allah Subhanahu Wa Taala melipatgandakan semua amal yang ada di dalamnya ketika bulan Ramadan, mulai dari ibadah yang dibalas dengan jaminan berlipat ganda pahala, sampai maksiat yang juga dibalas dengan jaminan berlipat ganda dosa. Semua itu tidak lain, kecuali agar manusia lebih meningkatkan serta lebih semangat dalam menjalankan ibadah kepada zat Yang Mahakuasa, serta menjauhi larangan-larangan-Nya.
*Penulis adalah mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




