ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

6 Bulan Kabinet Merah Putih: Kerja Keras demi Perbaikan

Sabtu, 10 Mei 2025 | 08:09 WIB
TR
R
Penulis: Thomas Rizal | Editor: RZL
Sidang kabinet paripurna yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 5 Mei 2025.
Sidang kabinet paripurna yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 5 Mei 2025. (Beritasatu.com)

Jakarta, Beritasatu.com - Enam bulan sudah Kabinet Merah Putih bekerja di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dalam rapat paripurna terakhir, Senin (5/5/2025) Presiden Prabowo membeberkan capaian awal yang mengesankan.

Prabowo mengeklaim 28 kebijakan baru dan ratusan produk hukum telah lahir, sebagian besar menyasar langsung kebutuhan masyarakat. Tenaga Ahli Kantor Komunikasi Presiden, Ujang Komarudin, menyebut capaian tersebut bukan semata hasil kebetulan, melainkan buah dari kerja 24 jam penuh para menteri dan jajaran teknis.

“Kami bersyukur, kabinet Pak Prabowo bekerja keras dan mawas diri. Hasilnya bisa dilihat,” kata Ujang dalam program "Beritasatu Utama" dipantau dari YouTube Beritasatu, Sabtu (10/5/2025).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, selama 6 bulan kinerja Kabinet Merah Putih, pemerintahan saat ini berlandaskan pada sistem tata kelola yang mengedepankan visi, misi, dan kebijakan terukur. Namun, Ujang tak menampik tantangan masih panjang.

“Ini baru 6 bulan, masih banyak bulan ke depan yang harus diisi dengan kerja yang lebih kuat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan evaluasi bukan sekadar laporan, tetapi menjadi alat koreksi harian.

“Setiap hari kami evaluasi. Detik demi detik. Ini bukan soal sempurna atau tidak, tapi bagaimana perbaikan dilakukan terus-menerus,” tambahnya.

Evaluasi ini menyentuh semua lini. Dari 17 program prioritas, delapan program PHTC (program hasil terbaik cepat), hingga berbagai program strategis seperti subsidi pupuk, pembelian gabah, diskon tol dan listrik, hingga program MBG (makan bergizi gratis) yang bahkan disebut-sebut akan diapresiasi oleh tokoh dunia seperti Bill Gates.

Terkait potensi reshuffle kabinet, Ujang menyatakan bahwa hal itu sepenuhnya berada di tangan Presiden.

“Presiden Prabowo Subianto punya prerogatif. Beliau tentu menilai secara objektif berdasarkan indikator kinerja,” katanya.

Ia menambahkan masukan dari para pakar dan survei publik juga menjadi pertimbangan penting dalam menjaga kualitas pelayanan kabinet.

“Kalau ada kementerian yang dinilai kurang, itu akan langsung diperbaiki. Kritik yang datang bukan ditolak, tetapi justru jadi bahan bakar untuk bekerja lebih baik,” ujar Ujang.

Ia menegaskan kembali, evaluasi bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan menjaga semangat transformasi.

“Kita bekerja bukan hanya untuk laporan, tetapi demi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara," pungkas Ujang terkait evaluasi 6 bulan Kabinet Merah Putih.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo Bahas Perlindungan Buruh dalam Ratas di Hambalang

Prabowo Bahas Perlindungan Buruh dalam Ratas di Hambalang

NASIONAL
Gelar Ratas di Hambalang, Prabowo Bahas Isu Pendidikan hingga Hankam

Gelar Ratas di Hambalang, Prabowo Bahas Isu Pendidikan hingga Hankam

NASIONAL
Pelantikan Pejabat Baru Kabinet Merah Putih

Pelantikan Pejabat Baru Kabinet Merah Putih

MULTIMEDIA
Isu Reshuffle Kabinet Kembali Mencuat, Siapa Bakal Terdepak?

Isu Reshuffle Kabinet Kembali Mencuat, Siapa Bakal Terdepak?

NASIONAL
10 Kementerian dengan Kinerja Terbaik Versi Cyrus Network 2026

10 Kementerian dengan Kinerja Terbaik Versi Cyrus Network 2026

NASIONAL
Isu Politik-Hukum Terkini: PDIP Bantah Masuk Kabinet Merah Putih

Isu Politik-Hukum Terkini: PDIP Bantah Masuk Kabinet Merah Putih

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon