ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menag Nasaruddin: Jangan Pertentangkan Seni dan Agama!

Minggu, 11 Mei 2025 | 23:43 WIB
YP
IC
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: CAH
Menteri Agama Nasaruddin Umar hadiri acara pembukaan Munas LP3KN di Auditorium Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu 10 MEi 2025.
Menteri Agama Nasaruddin Umar hadiri acara pembukaan Munas LP3KN di Auditorium Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu 10 MEi 2025. (Istimewa/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya seni sebagai mitra agama bukan lawannya. Karena itu, kata Nasaruddin, tidak perlu mempertentangkan agama dan seni, keduanya saling mendukung dan melengkapi satu sama lain di mana agama bisa diekspresikan dalam seni dan seni juga mengandung nilai-nilai spiritualitas agama tertentu.

Hal ini disampaikan Menteri Nasaruddin di acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) III Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) di Auditorium Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2025). Pesparani adalah pesta perpaduan suara Gerejani.

"Jangan pernah mempertentangkan seni dan agama. Seni mempunyai semangat yang sama dengan agama. Di acara Pesparani ini kita menyaksikan sesuatu yang sangat indah. Pesparani bukan hanya ajang syiar, tetapi sebuah penghayatan. Nyanyian suci dapat melembutkan jiwa kita yang mulai mengeras akibat kerasnya kehidupan dan pengaruh virus globalisasi," ujar Nasaruddin dalam keterangannya, Minggu (11/5/2025).

ADVERTISEMENT

Nasaruddin mengatakan Pesparani bukan hanya sebuah ajang seni panggung, melainkan panggung peradaban Indonesia. Menurut Menag, tujuan dari kegiatan seperti Pesparani adalah untuk membangun kehidupan bersama dalam perbedaan tanpa saling mengusik. 

“Di sinilah letak kekuatan bangsa kita. Di Indonesia bukan hanya keindahan alam yang luar biasa, tetapi masyarakatnya juga memiliki hati yang indah," tandas dia.

Dia mengingatkan seni memiliki kekuatan untuk menyatukan. Karena itu, kata dia, Pesparani harus terus dirawat dan dikembangkan sebagai ruang bersama bagi umat Katolik untuk menunjukkan kontribusi mereka terhadap kebudayaan dan persatuan nasional.

"Di Indonesia, kita harus menjunjung tinggi seni. Agama manapun membutuhkan seni sebagai media dakwah dan pendekatan rohani," tandas menag.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menag Nasaruddin: Indonesia Siap Jadi Pusat Peradaban Islam Dunia

Menag Nasaruddin: Indonesia Siap Jadi Pusat Peradaban Islam Dunia

NASIONAL
6.859 Masjid di Jalur Mudik Dibuka 24 Jam

6.859 Masjid di Jalur Mudik Dibuka 24 Jam

NASIONAL
Awal Ramadan 2026 Berbeda, Menag Tekankan Pentingnya Persatuan

Awal Ramadan 2026 Berbeda, Menag Tekankan Pentingnya Persatuan

NASIONAL
Konflik PBNU, Menag: Kita Harapkan yang Terbaik

Konflik PBNU, Menag: Kita Harapkan yang Terbaik

NASIONAL
Menag Minta Anggaran dan Fasilitas Madrasah Setara Sekolah Negeri

Menag Minta Anggaran dan Fasilitas Madrasah Setara Sekolah Negeri

NASIONAL
Menag: Ditjen Pesantren Jadi Penghubung dengan Ekosistem Pesantren

Menag: Ditjen Pesantren Jadi Penghubung dengan Ekosistem Pesantren

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon