Kronologi Kerusuhan Mako Brimob 2018: Tragedi 36 Jam yang Mencekam
Jumat, 16 Mei 2025 | 14:17 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Suara teriakan menggema dari balik tembok tinggi Mako Brimob, Depok, pada Selasa (8/5/2018). Apa yang awalnya tampak seperti cekcok biasa, perlahan berubah menjadi kerusuhan besar.
Tahanan kasus terorisme mengambil alih blok demi blok, menyerang petugas, dan menyandera aparat. Dalam waktu 36 jam, lima polisi gugur, satu disandera, dan Indonesia kembali diguncang oleh ancaman teror, kali ini dari dalam rumah tahanan.
Berikut Ini merupakan kilas balik kronologi lengkap salah satu insiden paling mencekam dalam sejarah penegakan hukum di Tanah Air.
Titik Awal Kerusuhan
Sekitar tengah hari, tahanan kasus terorisme bernama Wawan Kurniawan meminta makanan titipan dari keluarganya. Makanan tersebut dititipkan kepada petugas bernama Budi.
Namun, saat itu Budi sedang tidak bertugas. Petugas lain yang berjaga tak bisa segera menyerahkan titipan tersebut.
Wawan pun marah. Ia berteriak-teriak, dan dalam sekejap, suasana memanas. Emosi meledak. Tahanan lain terpancing. Ketegangan berubah menjadi kerusuhan.
Menjelang sore, para tahanan berhasil merebut kendali atas Blok C. Menjelang malam, penguasaan meluas ke Blok A dan B. Para tahanan kini menyerang petugas.
Beberapa petugas dilaporkan mengalami luka serius. Bahkan, seperti dikatakan Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, korban jiwa mulai berjatuhan.
Malam Berdarah di Balik Tembok Mako
21.30 WIB
Kabar pertama mengenai kerusuhan mulai menyebar ke luar. Para jurnalis berusaha mengonfirmasi, namun belum ada jawaban dari pihak kepolisian.
23.20 WIB
Brigjen Pol Mohamad Iqbal dari Divisi Humas Polri akhirnya angkat suara, membenarkan bahwa terjadi insiden di dalam rutan Mako Brimob. Ia menyebut kerusuhan melibatkan tahanan dan petugas.
Rabu Dini Hari: Penyanderaan dan Propaganda
00.05 WIB
Polisi memperketat penjagaan. Media dilarang mendekat hingga radius 200 meter dari gerbang utama Mako.
00.10 WIB
Kawat berduri dipasang. Area steril diperluas hingga ke unit Satwa Kabaharkam yang berada persis di sebelah kompleks rutan.
Namun dari dalam, para tahanan justru memperlihatkan kekuasaan mereka. Beredar siaran langsung dari akun Instagram yang diduga milik napi terorisme. Publik menyaksikan langsung kekacauan di balik tembok besi itu.
01.00 WIB
Kepolisian menyatakan kerusuhan dipicu cekcok antara tahanan dan petugas. Beberapa petugas terluka, namun belum ada kabar korban meninggal.
Pagi yang Penuh Ketegangan
Hingga pagi menjelang, kawasan sekitar Mako Brimob masih ditutup total.
05.30 WIB
Polisi menyebut proses negosiasi dengan para tahanan masih berlangsung.
08.30 WIB
Ambulans dan mobil Tim Inafis Polda Metro Jaya memasuki kompleks. Tanda-tanda korban mulai terlihat.
11.20 WIB
Kabar enam orang tewas beredar, meski belum terkonfirmasi. Di RS Polri Kramat Jati, enam kantong jenazah berwarna oranye diturunkan dari ambulans ke ruang forensik. Publik mulai menyadari skala tragedi yang sedang terjadi.
Siang Hari: Pengakuan dan Kehilangan
16.00 WIB
Mabes Polri akhirnya mengonfirmasi: lima petugas kepolisian gugur, satu tahanan tewas. Seorang anggota polisi masih disandera oleh para napi terorisme.
Identitas para pahlawan yang gugur diumumkan:
- Bripda Wahyu Catur Pamungkas.
- Bripda Syukron Fadhli Idensos.
- Ipda Rospuji.
- Bripka Denny.
- Briptu Fandi.
Sementara, satu-satunya napi yang tewas adalah Benny Syamsu Tresno.
Korban penyanderaan adalah Brigadir Kepala Iwan Sarjana, anggota Densus 88 yang ditawan sejak malam sebelumnya.
19.36 WIB
Mabes Polri mengumumkan kelima anggota Brimob yang gugur mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa sebagai penghargaan atas jasa dan pengorbanan mereka.
Malam Penuh Ketidakpastian
23.30 WIB
Para napi mengajukan permintaan untuk bertemu dengan Aman Abdurrahman, teroris kelas kakap dan otak serangan bom Sarinah 2016. Permintaan itu dikabulkan, namun polisi tak mengungkap detail pertemuan.
Negosiasi intens terus dilakukan sepanjang malam.
Kamis Dini Hari: Penyanderaan Berakhir
02.00 WIB
Kabar baik akhirnya datang. Brigadir Iwan Sarjana berhasil dibebaskan dalam keadaan hidup. Irjen Setyo Wasisto menyebut Iwan mengalami luka lebam di wajah dan tubuh, namun selamat dari penyanderaan berdarah itu.
Operasi Selesai
07.15 WIB
Pada Kamis (10/5/2018), Wakapolri Komjen Syafruddin mengumumkan operasi penanggulangan kerusuhan Mako Brimob dinyatakan selesai.
Sebanyak 155 narapidana teroris dipindahkan dari Mako Brimob ke Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Jawa Tengah, yakni penjara dengan pengamanan maksimum.
Kerusuhan di Mako Brimob bukan hanya insiden berdarah, tapi juga menyingkap kompleksitas penanganan tahanan terorisme di Indonesia. Dalam 36 jam yang penuh ketegangan, lima aparat terbaik kehilangan nyawa, dan satu anggota hampir terbunuh dalam penyanderaan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




