Demo Ojol, Ternyata Segini Pendapatan Driver Ojek Online dalam Sebulan
Rabu, 21 Mei 2025 | 09:41 WIB
Pada Selasa (20/5/2025), ribuan pengemudi ojek online kembali turun ke jalan dalam aksi demo ojol besar-besaran di berbagai kota Indonesia. Tak hanya berunjuk rasa, mereka juga melakukan pemadaman aplikasi (offbid), yang berdampak langsung terhadap layanan transportasi.
Aksi ini pun kembali mengangkat perhatian publik terhadap kesejahteraan para driver ojol, termasuk pertanyaan yang sering muncul, sebenarnya berapa sih pendapatan mereka?
Aksi demo ojol ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ini adalah cermin keresahan kolektif yang dirasakan para driver terhadap sistem yang dianggap tidak adil.
Meski ada sebagian driver yang bisa memperoleh pendapatan cukup tinggi, banyak pula yang kesulitan menutupi biaya harian seperti bensin, servis kendaraan, pulsa, dan makan.
Pemerintah pun didesak untuk segera mengambil langkah konkret. Pengesahan RUU perlindungan pengemudi online dianggap krusial sebagai bentuk perlindungan terhadap para pekerja di sektor digital ini.
Tuntutan dalam Demo Ojol
Dalam demo ojol kali ini, para pengemudi membawa sembilan tuntutan utama kepada pemerintah dan penyedia platform, di antaranya:
- Menghapus sistem kemitraan dan menetapkan pengemudi sebagai pekerja tetap.
- Menghapus sistem prioritas yang diskriminatif.
- Menuntut penetapan tarif oleh pemerintah, bukan aplikator.
- Menghapus potongan platform yang dianggap terlalu besar.
- Menolak pemutusan kemitraan sepihak dan menuntut penyelesaian perselisihan yang adil.
- Menolak merger Grab dan Gojek Tokopedia.
- Menuntut kondisi kerja yang layak dan jaminan sosial.
- Menuntut penyediaan perlengkapan kerja dan subsidi operasional.
- Mendesak pengesahan RUU Perlindungan Pengemudi Online.
Tuntutan-tuntutan ini muncul karena banyak driver merasa penghasilan mereka tidak lagi sebanding dengan beban kerja dan biaya operasional yang ditanggung sendiri.
Berapa Pendapatan Driver Ojol?
Perlu diketahui bahwa driver ojek online bukanlah karyawan tetap dari perusahaan seperti Gojek, Grab, atau Maxim. Mereka berstatus mitra, sehingga tidak menerima "gaji" tetap, melainkan pendapatan berdasarkan jumlah order dan jam kerja masing-masing.
Berdasarkan data survei Balitbang Kementerian Perhubungan tahun 2019:
- Pengemudi Gojek rata-rata mendapatkan pendapatan harian lebih dari Rp 100.000. Jika bekerja setiap hari, bisa mengantongi lebih dari Rp 3 juta per bulan.
- Pengemudi Grab berpotensi mendapatkan Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per hari. Jika konsisten bekerja, pendapatan bulanan bisa mencapai Rp 4,5 juta.
- Pengemudi Maxim justru memiliki potensi pendapatan lebih tinggi, yakni Rp 200.000 hingga Rp 250.000 per hari. Dengan intensitas kerja tinggi, mereka bisa meraih Rp 5 juta hingga Rp 6 juta per bulan.
Namun penting dicatat, angka-angka tersebut adalah hasil survei 2019. Realitas di tahun 2025 bisa jauh berbeda, terutama setelah banyak perubahan kebijakan platform dan meningkatnya biaya operasional harian.
Aksi demo ojol pada Mei 2025 menunjukkan bahwa banyak dari mereka belum merasa sejahtera. Kisaran pendapatan driver ojol memang sangat bergantung pada platform, jam kerja, serta kondisi pasar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




