ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

11 Amalan Sunah Idul Adha yang Dianjurkan untuk Dilaksanakan

Kamis, 5 Juni 2025 | 10:10 WIB
MF
MF
Penulis: Muhammad Firman | Editor: MF
Amalan sunah Idul Adha.
Amalan sunah Idul Adha. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Hari raya Idul Adha atau Iduladha merupakan salah satu momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain sebagai puncak ibadah haji, Idul Adha juga menjadi pengingat atas ketaatan yang diteladankan oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail As.

Di balik kemeriahan perayaan, terdapat berbagai amalan sunah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan guna memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Sejarah dan Makna Idul Adha

Diperingati setiap 10 Zulhijah, Idul Adha memiliki latar belakang sejarah yang sangat menyentuh. Ketika Nabi Ibrahim As mendapat perintah untuk menyembelih putranya sebagai ujian ketaatan, ia dan Nabi Ismail As menerimanya dengan keikhlasan luar biasa.

ADVERTISEMENT

Allah Swt kemudian menggantikan Ismail dengan seekor domba, dan peristiwa ini menjadi tonggak utama disyariatkannya kurban. Semangat pengorbanan dan kepatuhan ini menjadi makna utama yang terus dihidupkan setiap kali Idul Adha tiba. 

Amalan-amalan Sunah Idul Adha

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini amalan sunah yang dianjurkan untuk dilakukan pada Idul Adha. Meskipun tidak wajib, pelaksanaan amalan ini bisa menjadi bentuk penghambaan dan pengagungan kepada Allah Swt.

1. Mengumandangkan takbir

Mengumandangkan takbir di malam Idul Adha sangat dianjurkan. Takbir dimulai sejak terbenam matahari tanggal 9 Zulhijah (malam Idul Adha) hingga akhir hari Tasyrik, yaitu 13 Zulhijah waktu Asar. Ini adalah bentuk pengagungan kepada Allah dan seruan untuk menghidupkan syiar Islam.

2. Mandi besar sebelum salat Id

Mandi besar sebelum salat Id termasuk sunah, sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Umar Ra:

عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى

Artinya: "Dari Nafi, beliau mengatakan bahwa Ibnu Umar Ra mandi pada Hari Idulfitri sebelum berangkat ke lapangan" (HR Malik dan Asy-Syafii).

3. Memakai pakaian terbaik

Pada hari raya, disunahkan mengenakan pakaian terbaik, meski tidak harus baru atau mahal. Pakaian terbaik adalah yang paling bersih, rapi, dan pantas di hadapan Allah.

قَالَ عَلِيٌّ: أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَلْبَسَ أَجْوَدَ مَا نَجِدُ، وَأَنْ نَتَطَيَّبَ، وَنُضَحِّي بِأَثْمَنِ مَا نَجِدُ

Artinya: "Ali bin Abi Thalib Ra berkata: Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki pada dua hari raya" (HR Hakim).

4. Menggunakan wewangian

Menggunakan minyak wangi sebelum salat Id termasuk sunah. Rasulullah SAW bersabda:

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَلْبَسَ أَفْضَلَ مَا نَجِدُ، وَأَنْ نَتَطَيَّبَ

Artinya: "Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki pada dua hari raya dan memakai minyak wangi" (HR Hakim).

5. Tidak makan sebelum salat Id

Pada hari raya Idul Adha, sunahnya tidak makan terlebih dahulu sebelum salat Id. Setelah salat, dianjurkan makan, idealnya dengan menyantap daging kurban. Hal ini berbeda dengan Idulfitri, yang sunahnya justru makan sebelum salat.

6. Berangkat lebih awal ke tempat salat

Disunahkan untuk berangkat lebih pagi ke tempat pelaksanaan salat Id. Ini menunjukkan kesiapan dan semangat, sekaligus memberi kesempatan untuk bertakbir dan berzikir sebelum salat dimulai.

7. Jalan kaki menuju tempat salat

Jika memungkinkan, berjalan kaki menuju tempat salat Id adalah sunah yang dicontohkan Rasulullah SAW.

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْعِيدِ مَاشِيًا، وَيَرْجِعُ مَاشِيًا

Artinya: "Rasulullah SAW biasa berangkat salat Id dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang dengan berjalan kaki" (HR Ibnu Majah).

8. Melewati jalan berbeda saat pergi dan pulang

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَرَجَ إِلَى الْعِيدِ خَالَفَ الطَّرِيقَ

Artinya: "Nabi SAW ketika salat Id, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang" (HR Al Bukhari).

Terdapat hikmah dalam hal ini, seperti memperluas syiar Islam, memperbanyak silaturahmi, dan memperhatikan kondisi masyarakat sekitar.

9. Mengajak wanita dan anak-anak ke tempat salat

Rasulullah SAW menganjurkan agar wanita dan anak-anak ikut hadir ke tempat salat Id, meskipun mereka tidak ikut salat.

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى، الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ، فَأَمَّا الْحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلَاةَ وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ

Artinya: "Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk mengajak para wanita keluar pada Idulfitri dan Idul Adha, termasuk para gadis pingitan, wanita haid, dan yang lainnya. Wanita haid tidak ikut salat, tapi tetap menyaksikan kebaikan dan doa kaum muslimin." (HR Bukhari dan muslim).

10. Mempererat silaturahmi

Setelah salat Id, dianjurkan untuk saling mengunjungi, mengucapkan selamat, dan berbagi daging kurban. Ini mempererat hubungan sosial dan mencerminkan ajaran Islam.

وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Artinya: "... dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu" (QS An-Nisa: 1).

11. Menunjukkan keceriaan dan kebahagiaan

Hari raya adalah saat yang tepat untuk menampakkan kegembiraan dan rasa syukur. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيدًا، وَهَذَا عِيدُنَا

Artinya: "Sesungguhnya di setiap umat ada hari raya, dan ini (Idul Adha dan Idulfitri) adalah hari raya kita" (HR Bukhari dan Muslim).

Beliau juga pernah membiarkan dua gadis kecil menyanyi di rumahnya saat hari raya sebagai bentuk kegembiraan yang dibolehkan.

Idul Adha adalah momen spiritual yang sarat makna dan nilai. Dengan menjalankan berbagai amalan sunah yang dianjurkan, kita tidak hanya memperkaya pahala, tapi juga menunjukkan kecintaan kita kepada ajaran Rasulullah SAW. Wallahu a'lam.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

KAI Catat Lonjakan Penumpang 115 Persen Hari Ini

KAI Catat Lonjakan Penumpang 115 Persen Hari Ini

EKONOMI
Adik Mahfud MD Ajari Mahasiswa Asing Cara Sembelih Hewan Kurban

Adik Mahfud MD Ajari Mahasiswa Asing Cara Sembelih Hewan Kurban

JAWA TIMUR
Simbol Perangi Setan, Jemaah Haji Ritual Lempar Jumrah di Mina

Simbol Perangi Setan, Jemaah Haji Ritual Lempar Jumrah di Mina

INTERNASIONAL
Begini Suasana Salat Id Perdana di IKN

Begini Suasana Salat Id Perdana di IKN

NASIONAL
Halaman Gereja Katedral Jadi Lahan Parkir Jemaah Salat Iduladha

Halaman Gereja Katedral Jadi Lahan Parkir Jemaah Salat Iduladha

JAKARTA
Salat Iduladha di Graha Saba, Jokowi Sempatkan Sarapan Bersama Warga

Salat Iduladha di Graha Saba, Jokowi Sempatkan Sarapan Bersama Warga

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon