Tragedi KMP Tunu, Susi Pudjiastuti Minta Pemerintah Evaluasi Moda Laut
Minggu, 6 Juli 2025 | 13:36 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com — Tenggelamnya kapal motor penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali pada Rabu (2/7/2025) turut menyorot perhatian mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Susi menyarankan, dari insiden tragis yang menewaskan setidaknya enam orang tersebut, pentingya evaluasi menyeluruh terhadap transportasi laut, terutama saat memasuki musim dengan gelombang tinggi dan cuaca ekstrem.
"Saran saya, pemerintah harus mengevaluasi transportasi pada musim saat-saat ombak besar. Mungkin kapal yang boleh beroperasi harus yang ukuran besar, tetapi memang kapal ukuran besar itu mahal,” ujar Susi saat ditemui di Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta, Sabtu (4/7/2025).
Alih-alih hanya mengandalkan transportasi jalur laut, ia menyarankan agar pemerintah menyediakan alternatif penerbangan berkala sebagai jalur transportasi ke daerah-daerah kepulauan saat musim ombak tinggi. Menurutnya, solusi ini tidak memerlukan anggaran yang terlalu besar.
"Untuk penerbangan bisa seminggu tiga kali dengan jarak satu jam, pemerintah tidak harus menghabiskan lebih dari Rp 10 (miliar) sampai 15 miliar . Jadi pada saat bulan-bulan itu (gelombang tinggi) transportasi udara bisa membantu masyarakat," lanjutnya.
Susi menyebut, meskipun sistem keselamatan pelayaran Indonesia sudah cukup baik, namun risiko tetap tinggi ketika kapal menghadapi gelombang besar, khususnya di kawasan seperti Selat Bali.
“Memang kalau bulan-bulan Mei Juni, Juli, sampai Agustus, sebaiknya pemerintah menjaga semua pulau di Indonesia dijaga jangan sampai ada kecelakaan. Ya, salah satunya dengan meningkatkan transportasi udara,” tutup Susi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




