Kurikulum Sekolah Rakyat Akan Fokus pada Pendidikan Karakter
Senin, 7 Juli 2025 | 12:17 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kurikulum Sekolah Rakyat dirancang secara khusus sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya negara untuk menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Kurikulum ini disusun oleh Satuan Tugas Sekolah Rakyat yang diketuai oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, kurikulum Sekolah Rakyat dirancang secara terpadu, menggabungkan pendidikan formal dengan pendidikan karakter.
“Dalam Sekolah Rakyat, tidak ada tes akademik sebagai syarat masuk. Yang dilakukan adalah pemetaan bakat atau talent mapping untuk mengukur kesiapan fisik, mental, dan akademik anak,” jelas Gus Ipul dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Senin (8/7/2025).
Sekolah Rakyat tetap mengacu pada standar kurikulum nasional, tetapi ditambahkan program berbasis asrama yang menitikberatkan pada penguatan karakter, spiritualitas, cinta Tanah Air, dan penguasaan bahasa.
Pendekatan ini diyakini mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan mental dan kepedulian sosial.
Program Sekolah Rakyat menjadi bagian dari terobosan pemerintah dalam membangun sistem pendidikan inklusif, khususnya bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu yang masuk kategori desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




