ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemenhub Kaji Strategi Turunkan Biaya Transportasi Warga

Kamis, 31 Juli 2025 | 20:10 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Ilustrasi transportasi.
Ilustrasi transportasi. (Antara/Aprillio Akbar)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) siap melakukan kajian untuk menekan tingginya biaya transportasi yang selama ini menjadi beban masyarakat di kota-kota besar.

Menurut Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Dirjen ITM) Kemenhub, Risal Wasal, tingginya biaya transportasi tidak hanya berasal dari tarif transportasi publik, tetapi juga dari first mile seperti ojek online dan parkir kendaraan.

"Kalau naik kereta ongkosnya murah Rp 3.500-Rp 6.000, tapi first mile ojek online Rp 25.000, parkir Rp 10.000. Ini yang akan kita pelajari," kata Risal di Jakarta, Kamis (31/7/2025).

ADVERTISEMENT

Biaya Transportasi di Kota-kota Besar

Berdasarkan survei biaya hidup BPS 2018, biaya transportasi berkontribusi sekitar 12,46% dari total biaya hidup, di atas rekomendasi World Bank yang idealnya tidak lebih dari 10%.

Berikut kota dengan biaya transportasi bulanan tertinggi:

  • Bekasi - Rp 1,9 juta/bulan
  • Depok - Rp 1,8 juta/bulan
  • Surabaya - Rp 1,6 juta/bulan
  • Jakarta - Rp 1,59 juta/bulan
  • Bogor - Rp 1,2 juta/bulan

Sementara kota lain, seperti Batam, Makassar, Jayapura, Balikpapan, Palembang, Bandung, Banjarmasin, Medan, dan Surakarta memiliki biaya transportasi antara Rp 712.000-Rp 1,17 juta per bulan.

"Kita akan pelajari bagaimana bisa mereduksi biaya perjalanan warga, baik untuk bekerja, belanja, maupun rekreasi," jelas Risal.

Subsidi Transportasi Publik Jadi Fokus

Di sisi lain, Pemprov Jakarta terus mendorong penggunaan transportasi umum melalui subsidi besar.

Menurut Wakil Kepala Dinas Perhubungan Jakarta, Syaripudin, sekitar 70% dari total anggaran Rp 7,2 triliun digunakan untuk subsidi transportasi publik, seperti Transjakarta, MRT, dan LRT, sementara sisanya untuk belanja operasional, barang dan jasa, serta modal.

"Subsidi anggaran Rp 5,16 triliun diharapkan meningkatkan pengguna transportasi publik agar manfaatnya optimal," ujar Syaripudin.

Kemenhub berharap kajian yang akan dilakukan bisa menghadirkan strategi integrasi transportasi untuk menekan biaya perjalanan masyarakat, sekaligus mendorong peralihan ke transportasi publik yang lebih efisien.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenhub Naikkan Fuel Surcharge Imbas Harga Avtur Melonjak

Kemenhub Naikkan Fuel Surcharge Imbas Harga Avtur Melonjak

EKONOMI
KNKT dan Polri Investigasi Penyebab Kecelakaan Bus ALS vs Truk BBM

KNKT dan Polri Investigasi Penyebab Kecelakaan Bus ALS vs Truk BBM

NASIONAL
Bus ALS yang Terlibat Kecelakaan Maut di Sumsel Ternyata Tak Berizin

Bus ALS yang Terlibat Kecelakaan Maut di Sumsel Ternyata Tak Berizin

SUMATERA SELATAN
Kemenhub Audit Green SM, Sanksi Tegas Menanti

Kemenhub Audit Green SM, Sanksi Tegas Menanti

NASIONAL
Sidak Pul Taksi Green SM Bekasi, Kemenhub Temukan Dugaan Pelanggaran

Sidak Pul Taksi Green SM Bekasi, Kemenhub Temukan Dugaan Pelanggaran

NASIONAL
Kecelakaan Maut KRL, Kemenhub Bentuk Tim Usut Peran Taksi Green SM

Kecelakaan Maut KRL, Kemenhub Bentuk Tim Usut Peran Taksi Green SM

BERSATU KAWAL PILKADA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon