Cek Kesehatan Gratis Siswa Dimulai, MIN 8 Jaksel Jadi Contoh
Senin, 4 Agustus 2025 | 12:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah resmi memulai program cek kesehatan gratis (CKG) bagi peserta didik di seluruh Indonesia pada Senin (4/8/2025). Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) 8 Jakarta Selatan menjadi salah satu dari 12 sekolah pertama yang menyelenggarakan program ini secara serentak.
Sejak pagi, suasana MIN 8 Jakarta Selatan terlihat sedikit berbeda. Para siswa tampak bergantian menuju ruang pemeriksaan, dipandu guru dan petugas dari Kementerian Kesehatan, sementara kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Pemeriksaan dilakukan bagi siswa kelas 1 hingga 6, dimulai pukul 08.00 WIB.
Kepala Staf Presiden (KSP) Letjen TNI Purnawirawan AM Putranto hadir meninjau langsung pelaksanaan CKG di sekolah tersebut. Ia menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah preventif yang penting untuk membangun generasi sehat sejak dini.
“Ini adalah cara preventif. Anak-anak tidak perlu sakit dulu baru berobat. Orang tua punya peran penting untuk memastikan anak ikut dalam program ini,” ujar AM Putranto.
Kepala MIN 8 Jakarta Selatan, Nur Laela Lubis, menyebut sebanyak 617 murid mengikuti pemeriksaan pada hari pertama. Ia menyambut baik pelaksanaan program ini yang menurutnya sangat membantu dalam pemantauan kesehatan jangka panjang peserta didik.
“Seluruh hasil akan kami pantau selama anak menjadi murid di sekolah ini. Ini bentuk perlindungan awal bagi tumbuh kembang mereka,” ucap Nur Laela.
Pemerintah menargetkan 53 juta peserta didik dari 282.317 satuan pendidikan akan terjangkau program CKG Sekolah sepanjang tahun 2025. Program ini mencakup SD, SMP, SMA/SMK, madrasah, pesantren, hingga Sekolah Rakyat.
Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Untuk siswa SD/sederajat terdapat 13 jenis pemeriksaan, mulai dari status gizi, tekanan darah, kebugaran fisik, hingga kesehatan mental dan riwayat imunisasi.
Sementara siswa SMP menjalani 15 jenis pemeriksaan, termasuk tes kadar hemoglobin dan skrining talasemia. Bagi siswa SMA, ditambahkan pula pemeriksaan kesehatan reproduksi.
Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan mendukung kualitas pendidikan nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




