Deddy Corbuzier: Bendera One Piece Sah Asal Tak di Atas Merah Putih
Senin, 11 Agustus 2025 | 18:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Sosial dan Publik, Deddy Corbuzier, memberikan pandangannya terkait kontroversi pengibaran bendera One Piece. Menurut Deddy, pengibaran bendera tersebut tidak menjadi masalah selama tetap menghormati posisi dan kesakralan bendera Merah Putih.
"Tidak ada masalah. Silakan, selama bendera One Piece-nya tidak dikibarkan di atas bendera Indonesia. Selama bendera One Piece-nya tidak dikibarkan lebih besar dibandingkan bendera Indonesia," ujar Deddy saat menjawab pertanyaan mahasiswa dalam Acara Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026 di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Senin (11/8/2025) dikutip Antara.
Deddy menegaskan bahwa pengibaran bendera atau simbol apa pun yang posisinya lebih tinggi serta ukurannya lebih besar dari Merah Putih merupakan bentuk penghinaan terhadap negara.
"Karena kalau itu dikibarkan di atas bendera Indonesia, lebih besar dibandingkan bendera Indonesia, Anda menghina negara Anda sendiri," tegas Deddy.
Dia menjelaskan bahwa masyarakat bebas mengibarkan bendera apa pun, kecuali bendera dengan simbol palu arit yang identik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). "Anda mau ngibarin bendera apa juga tidak ada masalah. Ya (asalkan) jangan tiba-tiba bendera palu arit," ucapnya.
Mengenai bendera Jolly Roger dari serial One Piece yang kini sedang ramai diperbincangkan, Deddy melihatnya sebagai ekspresi harapan masyarakat.
"Bendera One Piece itu apa sih? Lambang perjuangan, kan? Tulisannya 'when government fail, we sail' gitu, kan? Kalau saya melihat itu adalah harapan, kok. Harapan dari rakyat kita untuk berjuang," katanya.
Menurut Deddy, persoalan sebenarnya bukan jenis bendera apa yang dikibarkan, melainkan soal penghormatan terhadap simbol negara.
"Bendera (bergambar) teddy bear di atas bendera Indonesia juga enggak boleh. Bendera muka Anda, lebih besar dibandingkan bendera Indonesia di atasnya, juga tidak boleh. 'This is not about' One Piece. Ini tentang begitu sakralnya bendera merah putih," jelasnya.
Lebih jauh, Deddy Corbuzier berharap masyarakat mengingat kembali nilai sejarah dan pengorbanan besar yang melekat pada bendera Merah Putih.
"Apakah kita ada pada saat itu ketika mereka naik ditembak-tembaki, mati berguguran satu per satu hanya untuk merobek warna biru sampai warnanya merah putih? Ada kita? Enggak. Mereka yang ada di sana. Mereka yang mati. Buat apa? Buat Indonesia," tutur Deddy.
Karena itulah, ia kembali menegaskan bahwa masyarakat bebas mengibarkan bendera atau simbol apa pun selama tidak ditempatkan di atas bendera Merah Putih.
"Kalau bisa, (gambar) muka saya malah Anda kibarkan. Tapi jangan di atas (Merah Putih), nanti saya yang ditangkap," ucap Deddy sembari bercanda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




