Insiden Ojol, PSI Minta Masyarakat Tahan Diri
Jumat, 29 Agustus 2025 | 12:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berduka atas meninggalnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan setelah dilindas oleh kendaraan taktis (rantis) Brimob saat membubarkan demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.
PSI meminta semua pihak agar menahan diri untuk mencegah terjadinya kericuhan lanjutkan yang bisa berdampak negatif terhadap Indonesia.
"Kami sangat berduka dengan meninggalnya Mas Affan Kurniawan kemarin," ujar Juru Bicara DPP PSI Andy Budiman kepada wartawan, Jumat (29/8/2025).
Andi mengatakan pihaknya optimistis semua pihak bisa menahan diri dan tidak melakukan tindakan atau mengeluarkan pernyataan yang kontraproduktif. Apalagi, kata dia, masyarakat Indonesia secara historis sudah berhasil melawan berbagai aksi adu domba.
"PSI percaya masyarakat punya daya nalar yang kuat dan tidak akan terpancing. Mari kita jaga Indonesia yang kita cintai," imbuh Andy.
Lebih lanjut, Andy meyakini pihak kepolisian bisa menyelesaikan pengusutan kasus rantis Brimob lindas ojol hingga tewas, secara transparan dan profesional.
PSI berjanji mengawal penanganan kasus ini agar adil dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kami percaya pihak kepolisian akan bersikap profesional dalam penyelidikan kasus ini dan menjatuhkan sanksi kepada yang bersalah," pungkas Andy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




