ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

4 Konfederasi Buruh Sepakat Tunda Unjuk Rasa hingga Kondusif

Selasa, 2 September 2025 | 00:00 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea
Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea (Antara/Genta Tenri Mawangi)

Jakarta, Beritasatu.com - Empat konfederasi serikat buruh di Indonesia sepakat menunda aksi unjuk rasa dalam waktu dekat hingga situasi kembali kondusif. Keputusan ini diambil menyusul kericuhan yang terjadi pada aksi massa minggu lalu, yang bahkan diwarnai pembakaran dan penjarahan.

Keempat konfederasi tersebut adalah:

  1. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI)
  2. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)
  3. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Pembaruan
  4. Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI)

Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/9/2025) menegaskan, anggota buruh diminta menahan diri mengingat jumlah massa yang cukup besar, hingga puluhan ribu orang.

ADVERTISEMENT

“Empat konfederasi buruh sepakat untuk tidak menurunkan massa dalam waktu dekat karena kami ingin menjaga kondusivitas, damai,” ujar Andi Gani, dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, 3 hari lalu, instruksi bersama telah dikeluarkan oleh pimpinan empat konfederasi buruh, termasuk Presiden KSPI Said Iqbal, Ketua Umum KSPSI Pembaruan Jumhur Hidayat, dan Presiden KSBSI Ely Rosita Silaban.

Instruksi tersebut meminta seluruh buruh bersiaga di tempat masing-masing, tetapi tidak turun aksi. Arahan itu juga menekankan agar buruh tidak terprovokasi oleh hasutan para perusuh.

“Kami sudah mengeluarkan instruksi tiga hari lalu, saya bersama tiga presiden buruh lainnya meminta seluruh buruh bersiaga di tempat masing-masing. Demonstrasi damai tetap ruang demokrasi yang harus dijaga, tetapi kami tidak akan tinggal diam apabila wilayah industri diganggu,” tegas Andi Gani.

Khusus anggota KSPSI, Andi Gani meminta agar menunggu instruksi pimpinan.

“Semua buruh, saya imbau dari KSPSI, sebagai konfederasi buruh terbesar, tunggu instruksi Presiden KSPSI, hindari wilayah yang sangat berbahaya, dan tetap taat pada komando,” tambahnya.

Sementara itu, Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal menyebut konfederasi serikatnya juga belum berencana turun aksi dalam waktu dekat setelah ikut berunjuk rasa pada Kamis (28/8/2025) lalu.

“Bila akan melakukan aksi, kita akan ikuti prosedur, undang-undang, dan hindari anarkis serta kekerasan. Kita semua yang rugi jika melanggar aturan,” ujar Said Iqbal.

Keputusan ini menegaskan komitmen empat konfederasi buruh untuk menjaga ketertiban, menghindari konflik, dan tetap menghormati hak demokrasi masyarakat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon