Jokowi: Menkeu Purbaya Tepat Gantikan Sri Mulyani
Jumat, 12 September 2025 | 15:29 WIB
Solo, Beritasatu.com – Presiden ke-7 RI Joko Widodo menanggapi keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mengganti lima menteri eks era pemerintahannya. Ia menilai, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tepat menggantikan Sri Mulyani.
Menurutnya, reshuffle kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden.
“Reshuffle kabinet, reshuffle menteri itu adalah hak prerogatif presiden. Kewenangan penuh dari Presiden Prabowo Subianto,” ujar Jokowi saat diwawancarai di Solo, Jumat (12/9/2025).
Pernyataan tersebut sekaligus membantah spekulasi publik yang menilai Prabowo melakukan “bersih-bersih” terhadap orang dekat Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi menilai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai sosok tepat menggantikan Sri Mulyani yang telah menjabat selama dua periode. Ia menilai meski mazhab ekonomi keduanya berbeda, pasar mampu merespons positif.
“Bagus. Saya kenal baik dengan Pak Purbaya. Sangat bagus, meski mazhab ekonominya berbeda dengan Bu Sri Mulyani. Namun, kalau kita lihat dari respons pasar, indeks harga saham gabungan kembali naik, rupiah menguat. Artinya pasar bisa menerima itu,” jelas Jokowi.
Ia menambahkan, penguatan pasar juga menjadi sinyal positif bagi iklim investasi. “Kalau pasar menerima, artinya investor dan aliran uang akan kembali masuk ke negara kita. Itu bagus,” ujarnya.
Terkait keputusan Prabowo mengganti Menteri Koperasi dari Budi Arie ke Ferry Joko Julianto, Jokowi menegaskan hal itu juga sepenuhnya kewenangan presiden.
“Itu hak presiden, saya tidak bisa memberikan komentar. Karena itu hak prerogatif presiden,” tegasnya.
Jokowi juga memastikan dirinya tidak memberi saran terkait reshuffle kabinet. “Tidak, tidak ada (saran). Saya tidak ingin ikutan. Saya di Solo terus,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




