Anggota DPR Desak Truk ODOL di Tol Purbalenyi Segera Ditindak
Sabtu, 13 September 2025 | 08:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Komisi V DPR menyoroti kualitas pelayanan Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi) dan mendesak segera menindak truk over dimension over loading (ODOL) yang melintas.
Anggota Komisi V Muhammad Lokot Nasution menegaskan, perlunya pembenahan menyeluruh setelah pihaknya melakukan peninjauan langsung.
Lokot menilai kondisi jalan tol masih menyisakan banyak catatan, terutama karena kerusakan jalan yang kerap berulang dan maraknya truk ODOL yang melintas.
“Hampir setiap bulan ada perbaikan. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah konstruksi jalannya tidak sesuai standar. Ditambah lagi, masalah ODOL yang jelas mempercepat kerusakan,” ujarnya dikutip Beritasatu.com pada Sabtu (13/9/2025) dari laman resmi DPR.
Ia menyebut data Kemenhub dan Korlantas Polri sama-sama menegaskan bahwa truk ODOL menjadi penyebab utama kerusakan jalan sekaligus pemicu kecelakaan. Karena itu, DPR mendorong percepatan penindakan.
Lokot mengungkap saat ini pemerintah tengah menyiapkan peraturan presiden (perpres) untuk menuntaskan persoalan tersebut. Sembari menunggu perpres, sambung Lokot, tindakan tegas terhadap truk ODOL ini harus dilakukan oleh otoritas pengelola jalan tol.
“Target pemerintah 2027 terlalu lama. Kami minta paling lambat akhir 2026 sudah benar-benar zero truk ODOL,” tegas Lokot.
Meski Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memberikan skor 91 untuk standar pelayanan minimal (SPM) Tol Purbaleunyi, Lokot berpendapat indikator penilaian perlu diperketat. “Angka tinggi tidak boleh membuat kita abai. Evaluasi harus tetap dilakukan agar keselamatan pengguna jalan lebih terjamin,” katanya.
Lokot juga menekankan perlunya konsistensi standar layanan di semua jalan tol nasional, baik di Jawa, Sumatera, maupun Sulawesi. “Jika perencanaan, konstruksi, dan perawatan dikerjakan sesuai standar, kualitas jalan akan terjaga. Namun, khusus truk ODOL itu memang problem tersendiri yang harus segera dituntaskan,” tambahnya.
Tol Purbaleunyi yang memiliki panjang 88,35 km merupakan jalur strategis yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung. Pada musim libur panjang, arus kendaraan bisa melampaui 120.000 per hari, sehingga aspek keselamatan dan pelayanan menjadi krusial.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




