ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sistem Klaster Jadi Cara Tepat Kembangkan Kawasan Transmigrasi

Senin, 22 September 2025 | 16:10 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
KEK Bitung Sulut yang resmi beroperasi pada 2016 tetapi belum berdampak maksimal.
KEK Bitung Sulut yang resmi beroperasi pada 2016 tetapi belum berdampak maksimal. (Beritasatu.com/Michael Labaro)

Badung, Beritasatu.com – Pengembangan ekonomi di kawasan transmigrasi masih menjadi salah satu PR yang harus diselesaikan pemerintah. Pemerataan ekonomi di kawasan transmigrasi tentunya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Akademisi Universitas Pancasila Jakarta Eka Sudarmaji mengusulkan penerapan sistem klaster guna memperkuat pengembangan ekonomi di kawasan transmigrasi.

“Klaster itu berhasil jika dia bisa menjadi mandiri dan kompetitif,” kata Eka seperti dilansir dari Antara, Senin (22/9/2025).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, klaster berfungsi sebagai mesin penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kohesi sosial. Pilar utama klaster meliputi kedekatan geografis yang mendorong interaksi, keberagaman industri, hingga dukungan kebijakan publik, perguruan tinggi, dan asosiasi industri.

“Klaster menawarkan platform penting untuk integrasi sosial ekonomi dan kemajuan bersama,” ujarnya.

Eka menambahkan, sistem klaster juga memberi manfaat langsung bagi transmigran, seperti peningkatan produktivitas, lahirnya usaha baru, serta hadirnya inovasi. Untuk mewujudkannya, ia menekankan pentingnya identifikasi potensi ekonomi lokal, dukungan akses keuangan, pemberdayaan asosiasi migran dan koperasi, hingga integrasi rantai nilai ke pasar yang lebih luas.

Meski begitu, Eka mengingatkan adanya tantangan seperti risiko gagal tumbuh, peraturan yang kompleks, dan potensi diskriminasi yang dapat menghambat perkembangan bisnis di kawasan transmigrasi.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi tengah fokus melakukan transformasi dengan menekankan aspek pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar pemindahan penduduk.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, kementerian melepas 2.000 anggota tim ekspedisi patriot ke 154 titik kawasan transmigrasi untuk mengidentifikasi potensi dan kendala di lapangan.

Adapun lima program unggulan yang menjadi landasan transformasi transmigrasi dikenal dengan 5T, yaitu Trans Tuntas, Trans Lokal, Trans Patriot, Trans Karya Nusa, dan Trans Gotong Royong.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon