ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Fakta di Balik Pembentukan Badan Gizi Nasional oleh Pemerintah

Rabu, 1 Oktober 2025 | 11:25 WIB
AH
TE
Penulis: Achmad Hujaini | Editor: TCE
Ilustrasi Badan Gizi Nasional (BGN).
Ilustrasi Badan Gizi Nasional (BGN). (Dok BGN/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Program makan bergizi gratis (MBG) resmi digulirkan pada awal 2025 sebagai salah satu agenda prioritas pemerintahan baru.

Untuk memastikan program ini berjalan optimal dan tepat sasaran, pemerintah membentuk Badan Gizi Nasional (BGN).

Lantas, kenapa pemerintah mendirikan Badan Gizi Nasional? Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Badan Gizi Nasional Dibentuk untuk Program Prioritas Nasional

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menegaskan pembentukan lembaga ini bertujuan mempersiapkan pelaksanaan program makan bergizi gratis.

ADVERTISEMENT

Program MBG merupakan salah satu agenda prioritas presiden terpilih Prabowo Subianto, yang dijadwalkan mulai berjalan pada Januari 2025.

Menurut Dadan, karena program ini terkait dengan siklus anggaran, maka peraturan presiden dan penunjukan kepemimpinan harus dilakukan di era Presiden Jokowi.

Hal ini penting agar anggaran sebesar Rp 71 triliun yang sudah dicantumkan dalam nota keuangan dapat langsung digunakan pada awal 2025.

“Badan Gizi Nasional ini sebetulnya dibentuk untuk melaksanakan program prioritas presiden terpilih. Tetapi karena terkait dengan siklus anggaran, agar bisa dilaksanakan tahun 2025 dan sejak Januari, maka anggarannya harus sudah masuk dalam nota keuangan, dan itu sudah disiapkan,” ujar Dadan seusai dilantik di Istana Negara pada 19 Agustus 2024.

Menjamin Pemenuhan Gizi Sebagai Hak Dasar

Alasan mendasar dibentuknya Badan Gizi Nasional adalah untuk menjamin pemenuhan gizi masyarakat sebagai hak asasi manusia. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, yang menegaskan hak rakyat untuk memperoleh kehidupan sehat dan layak.

Pemerintah menilai perlu ada lembaga khusus yang mengatur tata kelola pangan bergizi agar seluruh warga, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan balita, mendapatkan asupan sehat dan aman.

Kehadiran Badan Gizi Nasional diharapkan mampu menjawab tantangan stunting, malnutrisi, serta kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Fungsi dan Tugas Strategis Badan Gizi Nasional

Sebagai lembaga yang berada langsung di bawah presiden, Badan Gizi Nasional memiliki peran strategis dalam mendukung program pemenuhan gizi. Beberapa fungsi utamanya meliputi:

  • Merumuskan serta menetapkan kebijakan teknis di bidang tata kelola pemenuhan gizi.
  • Mengatur penyediaan, distribusi, hingga penyaluran makanan bergizi.
  • Melakukan promosi serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.
  • Memantau dan mengawasi pelaksanaan kebijakan gizi nasional.

Selain itu, Badan Gizi Nasional juga berfungsi sebagai koordinator antar kementerian dan lembaga dalam memastikan program gizi berjalan seragam di seluruh wilayah Indonesia.

Sasaran Program: Dari Anak Sekolah hingga Ibu Menyusui

Sasaran utama program yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional mencakup kelompok rentan yang membutuhkan dukungan gizi lebih besar. Program makan bergizi gratis ditujukan bagi peserta didik mulai dari PAUD, sekolah dasar, menengah, hingga pesantren.

Tidak hanya itu, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita juga masuk ke dalam kelompok prioritas. Pemerintah menilai bahwa intervensi gizi berkesinambungan bagi kelompok ini sangat penting untuk menurunkan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia.

Meski lahir pada penghujung masa jabatan Presiden Jokowi, keberadaan Badan Gizi Nasional menjadi simbol kesinambungan kebijakan pemerintah.

Jokowi menyiapkan landasan hukum dan struktur kelembagaan, sementara presiden berikutnya tinggal menjalankan serta mengoptimalkan program yang sudah dirancang.

Dengan demikian, transisi kebijakan dapat berjalan mulus tanpa hambatan regulasi maupun anggaran. Kehadiran BGN juga menjadi contoh nyata bagaimana kesinambungan pemerintahan mampu memperkuat program prioritas nasional.

Dengan dukungan regulasi yang kuat dan anggaran besar yang telah disiapkan, Badan Gizi Nasional diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Melalui program MBG, Badan Gizi Nasional tidak hanya berperan dalam menurunkan angka stunting, tetapi juga memastikan generasi muda tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BGN Terapkan 'No Service No Pay' di Program Makan Bergizi Gratis

BGN Terapkan 'No Service No Pay' di Program Makan Bergizi Gratis

NASIONAL
BGN Hentikan Operasional 1.256 SPPG di Wilayah Indonesia Timur

BGN Hentikan Operasional 1.256 SPPG di Wilayah Indonesia Timur

NASIONAL
Imbas Mobil MBG Angkut Sampah, BGN Bekukan SPPG di Nabire

Imbas Mobil MBG Angkut Sampah, BGN Bekukan SPPG di Nabire

NUSANTARA
Efisiensi MBG Disetujui Menkeu, Ini Syaratnya

Efisiensi MBG Disetujui Menkeu, Ini Syaratnya

EKONOMI
BGN Sanksi 1.251 SPPG dan Tutup 1.030 Dapur MBG Tak Sesuai Standar

BGN Sanksi 1.251 SPPG dan Tutup 1.030 Dapur MBG Tak Sesuai Standar

NASIONAL
Cemari Area Masjid Tanpa Izin, SPPG di Bogor Dibekukan

Cemari Area Masjid Tanpa Izin, SPPG di Bogor Dibekukan

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT