Kasus OC Kaligis Harus Dijadikan Pelajaran
Selasa, 21 Juli 2015 | 19:21 WIB
Jakarta - Praktisi hukum Magdir Ismail menyatakan, kasus yang menjerat pengacara senior OC Kaligis harus menjadi sebuah pelajaran yang berharga untuk profesi advokat di Indonesia. Ia mengatakan, sebagai pengacara dirinya kaget melihat situsi itu karena tak masuk akal untuk perkara kecil seperti itu OC Kaligus melakukan suap.
"Mustinya yang dihukum itu bukan pengacara karena dia bentindak atas nama klien. Bisa jadi (kasus OC Kaligis) klien yang minta," ujar Magdir Ismail kepada SP di Jakarta, Senin (20/7).
Magdir mengakui, sejumlah kasus yang ditangani pengacara, klien selalu minta harus menang. Padahal, hukum itu untuk mencari keadilan. Dalam hukum, tutur Magdir, seharusnya mencari keadilan dan bukan menang atau kalah.
"Seharusnya apa yang menurut klien adil sehingga pengacara tidak boleh selalu dipaksa untuk menang. Paradigma kita berperkara harus diubah. Masyarakat dan hakim juga juga harus mengubah hal itu," ucapnya.
Ia menegaskan, karena masyarakat masih menginginkan menang di pengadilan membuat sejumlah pengacara rela melakukan apa saja termasuk menyogok penegak hukum. Ke depan, kata dia, perbuatan seperti itu harus dirubah.
"Jadi saya kira tak bisa dikenakan ke pengacara saja. Karena tak mungkin pengacara melakukan penyuapan tanpa ada izin dari klien," katanya.
Terkait sanksi bagi pengacara yang melakukan suap, Magdir menyatakan, dalam profesi advokat sanksi itu sangat jelas. Sanksi itu bisa berupa pemberhentian sementara dan bahkan bisa dipecat.
"Ada beberapa kategori. Hukumannya bisa pemberhentian sementara dan dipecat. Kalau sudah merusak profesi advokatya harus dipecat. Tapi harus dilihat dulu masalahnya," katanya.
Magdir menuturkan, dalam beracara bertemu dengan hakim saja sebenarnya pengacara harus bersama dengan pihak lawan. Tujuannya untuk menghindari "persekongkolan" hakim dengan pengacara atau penuntut umum yakni jaksa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




