Netizen Sorot Momen Prabowo di Depan Tumpukan Uang Triliunan Rupiah
Selasa, 21 Oktober 2025 | 11:05 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan uang dalam perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan turunannya sebesar Rp 13,25 triliun ke negara. Momen Prabowo di depan tumpukan uang triliunan tersebut menjadi sorotan netizen di media sosial.
Diketahui, penyerahan secara simbolis uang belasan triliun rupiah tersebut dilakukan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung Utama Kejagung, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Netizen pun syok melihat tumpukan uang yang menggunung senilai Rp 2 triliun tersebut. Diketahui, hanya Rp 2 triliun dari Rp 13 triliun yang dipajang dalam acara simbolis tersebut. Beberapa orang membandingkannya dengan uang dugaan korupsi suami Sandra Dewi, Harvey Moeis yang mencapai 270 triliun.
"Rp 13 triliun sebanyak itu, Rp 270 triliun kasus Harvey Moeis sebanyak apa?" tanya netizen dikutip Beritasatu.com dari TikTok, Selasa (21/10/2025).
Sementara netizen lain mengapresiasi pemerintahan era Presiden Prabowo yang secara terang-terangan mengembalikan uang hasil korupsi ke negara.
"Baru kali ini uang korupsi dikembalikan ke negara seterbuka itu. Benar-benar kerja nyata ya Pak Presiden kita ini," tulis netizen lainnya.
Netizen lain menyinggung pembenci Presiden Prabowo setelah buktikan kinerja nyata.
"Ini sudah ada hasil kerja begini, para pembenci Prak Prabowo masih adakah yang mencibir beliau? kali ada berati masih pada buta," ucapnya.
Warganet juga mengkhayal tidur di atas tumpukan uang triliunan rupiah tersebut.
"Tidur di tumpukan uang itu pasti nyenyak banget ya," tulis netizen dengan emoticon tertawa.
Setelah penyerahan uang ke Menkeu Purbaya, Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Keuangan mengalokasikan sebagian uang hasil pengembalian dari kasus korupsi ekspor minyak sawit mentah (CPO) senilai Rp 13 triliun itu untuk memperkuat dana abadi pendidikan yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
"Mungkin yang Rp 13 triliun disumbangkan atau diambil oleh jaksa agung, hari ini diserahkan menteri keuangan, mungkin menteri keuangan, mungkin sebagian bisa kita taruh di LPDP untuk masa depan ya," kata Prabowo dalam pidato pengantar dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Prabowo mengatakan pemerintah berencana menambah alokasi dana LPDP yang bersumber dari hasil efisiensi anggaran serta uang yang berhasil dikembalikan negara melalui penindakan terhadap tindak pidana korupsi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




