ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jimly: Komite Reformasi Polri Siap Tampung Aspirasi Masyarakat

Jumat, 7 November 2025 | 20:05 WIB
AC
IC
Penulis: Agnes Valentina Christa | Editor: CAH
Sebanyak 10 anggota Komite Reformasi Polri dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Jumat 7 November 2025.
Sebanyak 10 anggota Komite Reformasi Polri dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Jumat 7 November 2025. (Beritasatu.com/Agnes Valentina Christa)

Jakarta, Beritasatu.com — Ketua Komite Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menegaskan pihaknya akan membuka ruang seluas-luasnya bagi aspirasi dan masukan dari masyarakat dalam menjalankan agenda reformasi di tubuh kepolisian.

Hal tersebut disampaikan Jimly seusai menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/11/2025).

“Bapak Presiden memberi arahan supaya tim ini terbuka mendengar aspirasi dari berbagai kalangan. Seluruh masyarakat punya kepentingan karena polisi adalah milik rakyat, melayani rakyat, melindungi rakyat, dan mengayomi rakyat,” ujar Jimly kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

Jimly menyebut rapat perdana komite akan dilaksanakan pada Senin (10/10/2025) di kantor Mabes Polri, Jakarta. Dalam agenda tersebut, komite akan menyusun langkah awal sekaligus menentukan pihak-pihak yang akan dilibatkan dalam proses penghimpunan aspirasi publik.

“Di dalam komite ini lengkap, ada para mantan kapolri, menteri koordinator, mantan menko, mantan ketua Kompolnas, bahkan juga mantan ketua MK seperti saya dan Pak Mahfud. Ada lima jenderal purnawirawan dan Pak kapolri sendiri ikut dalam tim,” jelasnya.

Jimly menambahkan, komite yang dipimpin kapolri di internal institusi akan saling melengkapi dengan komite eksternal yang ia pimpin.

“Tim internal menggambarkan sikap responsif kapolri, tanda kesiapan kepolisian untuk terbuka dan memperbaiki apa pun yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Terkait bentuk perbaikan yang akan dilakukan, Jimly menyebut kemungkinan mencakup revisi tata kelola dan manajemen internal kepolisian. Namun, ia mengatakan rekomendasi konkret baru dapat dihasilkan setelah pembahasan mendalam bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Apa yang perlu diubah, sistem apa yang harus diperbaiki, nanti akan kita rembukkan sambil mendengar dari semua kalangan,” ucap Jimly.

Lebih jauh, Jimly menegaskan Presiden Prabowo sangat responsif terhadap aspirasi publik mengenai kepolisian. Bahkan, presiden disebut memandang evaluasi tidak hanya perlu dilakukan pada kepolisian, tetapi juga lembaga negara lainnya.

“Salah satu aspirasi yang berkembang dan puncaknya pada Agustus lalu ialah Gerakan Nurani Bangsa, yang mengusulkan pembentukan tim ini kepada Presiden,” kata Jimly.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon