Terpopuler: Jejak Ideologi Pelaku Peledakan SMAN 72 hingga Timnas U-22
Rabu, 12 November 2025 | 08:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Densus 88 menemukan jejak ideologi ekstrem pada pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta menjadi berita terpopuler di Beritasatu.com atau top news sepanjang Selasa (11/11/2025).
Kabar lain yang banyak menarik perhatian pembaca, yakni soal kasus penculikan Bilqis, Senat AS sepakat akhiri shutdown, reaksi pertama Andre Taulany setelah resmi menjadi duda, serta penegasan pelatih Indra Sjafri tentang tidak ada pilih kasih di Timnas U-22 yang dipersiapkan untuk SEA Games 2025 di Thailand.
Berikut lima berita terpopuler atau top 5 news di Beritasatu.com sepanjang Selasa (11/11/2025):
1. Densus 88 Temukan Jejak Ideologi Ekstrem di Pelaku Ledakan SMAN 72
Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga mengungkap dimensi mengkhawatirkan yaitu paparan ideologi ekstrem pada pelaku, seorang siswa aktif di sekolah tersebut.
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Densus 88 Antiteror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana menyebut, sejumlah nama tokoh teror internasional ditemukan tertulis pada senjata laras panjang mainan milik pelaku.
Baca Juga: Korban SMAN 72 Alami Trauma Akustik, 90 Persen Tuli Parsial
Temuan ini menimbulkan dugaan aksi bukan impulsif, melainkan dipengaruhi figur kekerasan ekstrem dunia. “Ada beberapa nama yang menjadi inspirasi bagi anak berhadapan dengan hukum (ABH) ini. Kami mencatat sedikitnya enam figur yang tertulis di senjatanya. Ini hal yang sangat memprihatinkan,” ujar AKBP Mayndra Eka Wardhana kepada wartawan di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
2. Perdagangan Anak Marak, Kasus Bilqis Menyentak
Kasus penculikan Bilqis, bocah berusia 4 tahun asal Makassar, yang berhasil ditemukan di Kabupaten Merangin, Jambi, menjadi alarm keras bagi aparat penegak hukum. Peristiwa ini tidak hanya menegaskan maraknya praktik perdagangan anak di Indonesia, tetapi juga mengungkap adanya jaringan terorganisir yang bergerak lintas daerah.
Fenomena ini memerlukan perhatian serius, baik dari pemerintah, aparat, maupun masyarakat, karena risiko bagi anak-anak di seluruh negeri sangat nyata.
Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam kasus trafficking anak selama empat tahun terakhir. Pada 2021 tercatat 13 kasus dengan 27 korban. Angka ini melonjak menjadi 28 kasus dengan 89 korban pada 2022.
3. Senat AS Sepakat Akhiri Shutdown
Senat Amerika Serikat (AS) sepakat untuk mengakhiri penutupan pemerintahan terlama dalam sejarah negara itu, seusai berminggu-minggu kebuntuan yang membuat jutaan warga kehilangan manfaat pangan dan ratusan ribu pegawai federal tidak menerima gaji.
Kesepakatan tersebut disetujui dengan perolehan suara 60 banding 40, didukung hampir seluruh senator Partai Republik dan delapan senator Demokrat yang gagal mengaitkan pendanaan pemerintah dengan subsidi kesehatan yang akan berakhir pada akhir tahun.
Meskipun kesepakatan membuka jalan bagi pemungutan suara pada Desember mengenai subsidi kesehatan bagi 24 juta warga Amerika, tidak ada jaminan kelanjutannya.
4. Reaksi Pertama Andre Taulany Setelah Resmi Jadi Duda
Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan mengabulkan gugatan cerai artis Andre Taulany atas Rien Wartia Triguna atau Erin. Terhitung mulai Selasa (11/11/2025) keduanya telah tak lagi menjadi pasangan suami istri. Kuasa hukum Andre, Fahmi Bachmid mengungkapkan respons pertama sang klien setelah resmi berstatus sebagai duda.
“Dia menyampaikan terima kasih,” ujar Fahmi, dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi, Selasa (11/11/2025).
Fahmi menambahkan, Andre meminta semua pihak tidak mencampuri perceraiannya dengan Erin karena putusan cerai yang diperoleh telah sah di mata hukum.
“Ia menekankan adalah proses hukum yang tidak dapat dicampuri pihak lain. Hal ini murni merupakan urusan keluarga. Pengacara hanya menyalurkan keinginan pemohon agar sah secara hukum,” tambahnya.
5. Indra Sjafri: Tidak Ada Pilih Kasih di Timnas U-23
Pelatih tim nasional (timnas) Indonesia U-23 Indra Sjafri menyatakan semua pemain atau anak didiknya diperlakukan sama rata tanpa pandang bulu dalam pemusatan latihan (training centre/TC) menuju SEA Games 2025 Thailand. Mereka bakal dinilai berdasarkan data dan kinerja aktual, bukan reputasi atau pengalaman sebelumnya.
"Jadi tidak ada pemain yang mendapat perlakuan khusus dalam TC ini. Bahkan barusan kami lakukan sesi kelas. Terima kasih semua pemain hadir, tak ada perbedaan perlakuan, semua sama penting,” katanya di sela-sela latihan di Stadion Madya, GBK Senayan, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Ia berharap pemain yang sudah bermain di senior menjadi pilar penting dalam membangun tim tersebut. Tentunya pernyataan ini menjawab kekhawatiran akan adanya perlakuan istimewa untuk sejumlah pemain naturalisasi yang selama ini sudah dipanggil membela timnas senior.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




