Mitigasi Pasokan Energi Diperkuat Hadapi Puncak Musim Hujan dan Mobilitas Nataru
Sabtu, 22 November 2025 | 15:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan seluruh sektor untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung mulai November 2025 hingga Februari 2026. Pada periode tersebut, sebagian besar wilayah Indonesia, terutama di selatan khatulistiwa seperti Jawa, berpotensi mengalami curah hujan tinggi.
Deputi Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa curah hujan bulanan dapat mencapai lebih dari 300 mm. Bahkan, pada Desember 2025, curah hujan di wilayah Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah diperkirakan bisa melampaui 150 mm hanya dalam satu dasarian.
Di tengah kondisi cuaca tersebut, sektor energi menjadi salah satu layanan publik yang memerlukan kesiapan ekstra untuk menjaga kelancaran pasokan. Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Idulfitri 2026, kebutuhan Pertamina dan LPG diproyeksikan meningkat seiring mobilitas masyarakat. Mengutip dari rilis resmi Pertamina, langkah mitigasi dipercepat melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Nataru 2025–2026.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan bahwa Satgas dibentuk lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya.
“Antisipasi cuaca sudah dilakukan setiap tahun, sehingga kami membangun stok sejak jauh hari, terutama untuk wilayah dengan tantangan medan seperti pulau-pulau terpencil. Biasanya Satgas dibentuk awal Desember, namun tahun ini kami sudah aktif sejak 13 November,” jelas Simon.
Dengan Satgas yang bekerja lebih awal, monitoring pasokan dapat dilakukan secara harian sehingga potensi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan. Langkah ini juga memberi waktu lebih panjang bagi tim lapangan untuk mengamati kondisi cuaca, akses, dan kebutuhan tambahan stok di daerah rawan.
Pandangan serupa disampaikan Head of Food, Energy, and Sustainable Development Indef, Abra Talattov, yang menilai kesiapan matang diperlukan untuk memastikan distribusi energi tetap terjaga di tengah potensi cuaca ekstrem. Ia menekankan pentingnya penguatan perencanaan stok dan buffer, khususnya di titik-titik kritis seperti jalur mudik, destinasi wisata, serta wilayah rawan bencana. Idealnya, stok di lokasi tersebut dapat mencukupi kebutuhan 10–15 hari.
Selain kesiapan stok, keandalan armada distribusi juga menjadi aspek krusial. Abra menyebut perlunya diversifikasi moda transportasi, terutama untuk wilayah timur yang bergantung pada jalur laut. Moda alternatif diperlukan agar pasokan tidak terganggu ketika cuaca menghambat pergerakan kapal.
Ia juga menyoroti pentingnya layanan tambahan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mengurai potensi antrean di jalur padat, seperti melalui SPBU Kantong, mobil dispenser, dan armada SPBU mobile yang dapat melayani langsung di titik kemacetan.
Lebih jauh, Abra menegaskan bahwa monitoring stok secara real time menjadi kunci keberhasilan mitigasi. Menurutnya, Satgas Nataru perlu memastikan pemantauan dilakukan tidak hanya pada distribusi hilir, tetapi juga pada rantai hulu, termasuk terminal BBM, depo LPG, hingga SPBU.
“Dengan adanya monitoring stock secara real time ini, penting untuk memastikan bahwa tidak terjadi kekurangan pasokan di beberapa wilayah,” ujarnya.
Selain menghadapi cuaca ekstrem dan lonjakan permintaan, Abra menyoroti dua tantangan non-operasional yang juga perlu mendapat perhatian, yaitu mutu BBM dan kualitas layanan SPBU. Ia menilai penting bagi masyarakat mendapatkan kepastian bahwa produk yang disalurkan telah memenuhi standar, sekaligus merasakan peningkatan kenyamanan layanan di lapangan.
Sebagai penutup, Abra menekankan perlunya penguatan Early Warning System berbasis data cuaca dan proyeksi permintaan agar keputusan penambahan stok dapat lebih tepat. Ia juga menilai sinergi Pertamina dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPH Migas, dan aparat penegak hukum merupakan elemen penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi.
“Ini juga menjadi salah satu elemen penting untuk mendukung target pemerintah dalam merealisasikan target pertumbuhan ekonomi yang di atas 5%,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




