ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Nadiem: Saya Tidak Menerima Sepersen pun Keuntungan dari Chromebook

Senin, 12 Januari 2026 | 17:44 WIB
AF
SM
Penulis: Alfida Rizky Febrianna | Editor: SMR
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin 12 Januari 2026.
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin 12 Januari 2026. (Beritasatu.com/Alfida Rizky Febrianna)

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengeklaim dirinya sebagai korban kekeliruan investigasi dalam perkara korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook. 

Pernyataan tersebut disampaikan Nadiem seusai majelis hakim menolak eksepsi atau nota keberatan yang diajukan pihaknya dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (12/1/2026).

Nadiem mengajukan eksepsi sebagai bentuk perlawanan atas dakwaan dirinya merugikan negara sekaligus memperkaya diri sendiri senilai Rp 809 miliar, seperti disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang sebelumnya. 

ADVERTISEMENT

"Saya begitu kecewa kekeliruan investigasi bisa dijadikan alasan untuk menahan saya," kata Nadiem dalam surat tertulisnya yang dibacakan oleh kuasa hukumnya, Ari Yusuf Amir seusai sidang putusan sela di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Terkait dakwaan dirinya merugikan negara sekaligus memperkaya diri sendiri senilai Rp 809 miliar, Nadiem menegaskan telah meminta GoTo untuk memberikan klarifikasi. 

“Dokumentasi Goto lengkap dan akan membuktikan bahwa saya tidak menerima sepeser pun dana atau keuntungan. Bahkan dana itu kembali seutuhnya ke PT AKAP,” jelasnya. 

Ia menekankan, seluruh catatan tersebut terdokumentasi dengan jelas dan tidak dapat direkayasa.

“Itu ada catatannya. Dan catatannya itu tidak bisa direkayasa karena tertulis dengan jelas. Dan tidak ada hubungannya dengan Google maupun kementerian,” sambung Nadiem.

Nadiem juga menjelaskan bahwa Google telah menjelaskan secara terbuka bahwa tidak terdapat konflik kepentingan dengan dirinya. 

"Google sudah membuka suara dan menjelaskan secara terang-benderang bahwa tidak ada konflik kepentingan dengan Nadiem. Karena mayoritas investasi Google ke Gojek sudah masuk sebelum Nadiem menjadi menteri," katanya.

Selain itu, Google juga disebut telah mengonfirmasi posisinya dalam pengadaan Chromebook. “Google pun mengonfirmasi bahwa mereka bukan vendor. Dalam pengadaan mereka hanya penyedia software,” jelas Nadiem. 

Ia juga menyebut Google menyatakan Chromebook sebagai perangkat pendidikan yang dapat digunakan tanpa koneksi internet. 

“Google menyebut Chromebook adalah laptop nomor satu di dunia untuk pendidikan. Dan bisa digunakan tanpa internet. Chromebook bisa digunakan tanpa internet. Semoga ini menjawab berbagai narasi sesat yang tersebar selama berbulan-bulan,” tulisnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Nadiem Makarim Berharap Divonis Bebas Murni dalam Kasus Chromebook

Nadiem Makarim Berharap Divonis Bebas Murni dalam Kasus Chromebook

NASIONAL
Namanya Disebut dalam Pleidoi Nadiem, Jokowi: Dia Orang Baik

Namanya Disebut dalam Pleidoi Nadiem, Jokowi: Dia Orang Baik

NASIONAL
Nadiem: Kasus Chromebook Dipicu Gesekan Saat Menjabat Mendikbudristek

Nadiem: Kasus Chromebook Dipicu Gesekan Saat Menjabat Mendikbudristek

NASIONAL
Momen Nadiem Pakai Jaket Ojol sebelum Sidang Pleidoi

Momen Nadiem Pakai Jaket Ojol sebelum Sidang Pleidoi

NASIONAL
Minta Dibebaskan, Nadiem Sebut Dakwaan Korupsi Chromebook Gugur

Minta Dibebaskan, Nadiem Sebut Dakwaan Korupsi Chromebook Gugur

NASIONAL
Pleidoi Hari Ini, Nadiem Tegaskan Tak Ada Kerugian Negara

Pleidoi Hari Ini, Nadiem Tegaskan Tak Ada Kerugian Negara

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon