ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Megawati: PDIP Tolak Tegas Pilkada melalui DPR, Ini Sikap Ideologis!

Senin, 12 Januari 2026 | 19:32 WIB
HS
SM
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: SMR
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat menutup Rakernas I PDIP di Beach City International Stadium (BCIS) Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/1/2026).
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat menutup Rakernas I PDIP di Beach City International Stadium (BCIS) Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/1/2026). (Beritasatu.com/PDIP)

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan partainya menolak wacana mengubah sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) dari langsung oleh rakyat menjadi melalui DPRD.

Hal tersebut disampaikan Megawati saat berpidato dalam acara penutupan Rakernas I PDI Perjuangan 2026 di Beach City International Stadium (BCIS) Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/1/2026). 

"PDI Perjuangan menolak secara tegas setiap wacana pemilihan kepala daerah secara tidak langsung melalui DPRD. Penolakan ini bukan sekadar sikap politik praktis. Ini adalah sikap ideologis, sikap konstitusional, dan sikap historis," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Megawati menjelaskan PDI Perjuangan menganggap pelaksanaan pilkada secara langsung merupakan capaian penting serta hasil dari perjuangan rakyat dalam mewujudkan demokratisasi pascareformasi.

"Mekanisme ini lahir dari perjuangan panjang rakyat untuk merebut kembali hak politiknya setelah puluhan tahun dikekang oleh sentralisme kekuasaan," lanjut presiden kelima RI tersebut.

Megawati menjelaskan bahwa mekanisme pilkada melalui DPRD merupakan praktik masa lalu yang tidak menjamin penguatan demokrasi maupun akuntabilitas kekuasaan. Selain itu, ia membantah klaim bahwa sistem perwakilan dapat mengurangi biaya politik.

"Sebaliknya, pilkada langsung memberikan ruang partisipasi rakyat, memperkuat legitimasi pemimpin daerah, dan membuka ruang kontrol sosial terhadap kekuasaan lokal. Karena itu, saya menegaskan agar Pilkada langsung tetap dipertahankan sebagai mekanisme yang demokratis, partisipatif, dan konstitusional dalam memilih kepala daerah," tutur dia.

Menurut Megawati, langkah PDI Perjuangan yang konsisten menolak Pilkada melalui DPRD adalah bagian dari komitmen ideologis untuk menjaga agar demokrasi tidak bergerak mundur.

"Reformasi bukan untuk dibatalkan secara perlahan. Reformasi harus dijaga, diperkuat, dan disempurnakan. PDI Perjuangan akan berdiri di garis depan untuk menjaga hak rakyat memilih pemimpinnya sendiri," tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar demokrasi tidak dikorbankan demi alasan-alasan teknis semata. "Kita tidak akan membiarkan demokrasi dikerdilkan atas nama efisiensi, stabilitas, atau alasan-alasan teknokratis yang mengabaikan kedaulatan Rakyat," pungkas Megawati.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Resmikan Patung Bung Karno, Megawati Soroti Kenaikan Harga Pangan

Resmikan Patung Bung Karno, Megawati Soroti Kenaikan Harga Pangan

NASIONAL
260 Personel Gabungan Amankan Kunjungan Megawati di Blitar

260 Personel Gabungan Amankan Kunjungan Megawati di Blitar

NASIONAL
Besok, Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno dan Resmikan Patung di Blitar

Besok, Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno dan Resmikan Patung di Blitar

NASIONAL
Buka Pameran Mata Hati Soekarno, Megawati Kenang Masa Kecil

Buka Pameran Mata Hati Soekarno, Megawati Kenang Masa Kecil

NASIONAL
PDIP Gabung Koalisi Pemerintah? Begini Respons Partai Gerindra

PDIP Gabung Koalisi Pemerintah? Begini Respons Partai Gerindra

NASIONAL
Isu Politik-Hukum: Kemesraan Prabowo dan Megawati pada Hari Pancasila

Isu Politik-Hukum: Kemesraan Prabowo dan Megawati pada Hari Pancasila

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon