ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wakapolri Ungkap Rencana Tambah Direktorat PPA-PPO di 5 Polda

Rabu, 21 Januari 2026 | 20:56 WIB
MR
DM
Penulis: Muhammad Aulia Rahman | Editor: DM
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo (tengah) membeberkan rencana penambahan Direktorat Reserse Pidana Perempuan dan Anak–Pidana Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) di sejumlah polda. Langkah ini disiapkan sebagai upaya memperkuat mitigasi dan pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo (tengah) membeberkan rencana penambahan Direktorat Reserse Pidana Perempuan dan Anak–Pidana Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) di sejumlah polda. Langkah ini disiapkan sebagai upaya memperkuat mitigasi dan pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). (Beritasatu.com/Muhammad Aulia Rahman)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo membeberkan rencana penambahan Direktorat Reserse Pidana Perempuan dan Anak–Pidana Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) di sejumlah polda. Langkah ini disiapkan sebagai upaya memperkuat mitigasi dan pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Hal tersebut disampaikan Dedi dalam acara bedah buku "Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO" di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Ia mengungkapkan, rencana ini juga telah dibahas bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

“Ada tambahan Ditres PPA-PPO nanti untuk Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Bali, Banten, dan Maluku Utara,” kata Dedi.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, pembentukan Ditres PPA-PPO baru di polda bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan aparat di daerah-daerah strategis yang rawan menjadi jalur atau simpul kejahatan perdagangan orang. Sejumlah polda akan dipersiapkan agar upaya pencegahan dan penindakan TPPO dapat berjalan lebih optimal.

Dedi juga memaparkan wilayah-wilayah yang menjadi pusat eksploitasi korban TPPO di Asia Tenggara selama periode 2020-2023. Negara-negara tersebut, antara lain Kamboja dan Filipina, dengan Thailand, Laos, dan Myanmar kerap menjadi wilayah transit.

“Pusat-pusat eksploitasi yang menonjol terjadi di Kamboja dan Filipina, dengan simpul transit di Thailand, Laos, dan Myanmar,” ujarnya.

Ia menambahkan, Indonesia dan Filipina memiliki pola perlintasan jaringan TPPO yang relatif serupa karena keduanya merupakan negara kepulauan dengan garis pantai yang sangat panjang sehingga memiliki banyak pintu masuk. “Ini negara-negara kepulauan yang memiliki garis pantai luas, pintu masuknya banyak,” pungkas Dedi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tak Hanya untuk Polisi, Mengapa Polri Ingin Buka Kampus Keamanan untuk Umum?

Tak Hanya untuk Polisi, Mengapa Polri Ingin Buka Kampus Keamanan untuk Umum?

NASIONAL
Presiden Jerman ke Jakarta, Polri Siagakan 585 Personel Pengamanan

Presiden Jerman ke Jakarta, Polri Siagakan 585 Personel Pengamanan

NASIONAL
Piala Dunia 2026: Polri Siapkan Nobar dari Mabes hingga Polsek

Piala Dunia 2026: Polri Siapkan Nobar dari Mabes hingga Polsek

SPORT
Polri Berkomitmen Perluas Ruang Jabatan bagi Penyandang Disabilitas

Polri Berkomitmen Perluas Ruang Jabatan bagi Penyandang Disabilitas

NASIONAL
Polri Geledah Sejumlah Lokasi Terkait Korupsi Proyek Pabrik Gula PTPN

Polri Geledah Sejumlah Lokasi Terkait Korupsi Proyek Pabrik Gula PTPN

NASIONAL
DPR Setujui RUU Polri jadi Undang-Undang

DPR Setujui RUU Polri jadi Undang-Undang

MULTIMEDIA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon