ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sidak Kementan: Jelang Ramadan Harga Ayam Tetap Stabil

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:10 WIB
EM
RA
Penulis: Erfan Maruf | Editor: RP
Pedagang ayam di Pasar Klender SS, Jakarta.
Pedagang ayam di Pasar Klender SS, Jakarta. (Beritasatu.com/Erfan Maruf)

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Pertanian (Kementan) gencar melakukan inspeksi ke sejumlah pasar untuk memastikan harga daging ayam ras tetap stabil menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri. Hasil pemantauan menunjukkan harga di tingkat pasar masih berada di bawah harga acuan pembelian (HAP) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (BPN). 

Salah satunya inspeksi yang dilakukan tim Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan pada Jumat (13/2/2026) di Pasar Klender SS, Jakarta.  Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyatakan hasil inspeksi menunjukkan harga relatif stabil dan pasokan tersedia dengan baik.

“Pagi ini tim kami melihat langsung transaksi di pasar. Harga yang terbentuk masih di bawah HAP dan pasokan dari rumah potong hewan unggas (RPHU) berjalan lancar,” ujar Agung saat dikonfirmasi di kantor Kementan, Jumat (13/2/2026). 

ADVERTISEMENT

“Sesuai arahan menteri pertanian, kami ingin memastikan masyarakat memperoleh produk yang aman, sehat, utuh, dan halal dengan harga yang terjangkau, sementara pedagang tetap mendapatkan margin yang wajar,” lanjutnya.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga daging ayam di Pasar Klender SS masih di bawah HAP yang ditetapkan sebesar Rp 40.000 per kilogram. Tercatat ada 27 pedagang ayam yang berjualan di pasar tersebut. Pasokan ayam diperoleh dari RPHU di kawasan Pulo Gadung.

Salah satu pedagang, Mini, mengatakan dirinya menjual rata-rata 40 ekor ayam per hari. Ia membanderol ayam per ekor seharga Rp 50.000 dengan bobot sekitar 1,3 kilogram atau sekitar Rp 38.000 per kilogram.

“Satu ekor ayam harganya Rp 50.000 untuk ukuran 1,3 kilogram. Harapannya harga ayam stabil dan pembelinya enak, biar sama-sama menguntungkan,” ujar Mini.

Sedang di lapak lain milik Siti dan Tri, harga jual berada pada kisaran Rp 35.000 sampai Rp 36.000 per kilogram, dengan volume penjualan rata-rata 150 hingga 200 ekor per hari.

Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga ayam dan telur secara nasional.

“Stok pangan kita aman. Untuk dua bulan ke depan lebih dari cukup. Bahkan sampai Idulfitri, 11 sampai 12 bahan pokok tersedia dalam kondisi aman,” kata Mentan Amran seusai mengikuti rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemerintah Andalkan MBG Atasi Penurunan Harga Telur dan Ayam

Pemerintah Andalkan MBG Atasi Penurunan Harga Telur dan Ayam

EKONOMI
Harga Ayam Hidup Melonjak, Kementan Waspadai Peternak Kecil Bangkrut

Harga Ayam Hidup Melonjak, Kementan Waspadai Peternak Kecil Bangkrut

EKONOMI
Harga Ayam di Tangerang Masih Tinggi, Pedagang: Omzet Menurun

Harga Ayam di Tangerang Masih Tinggi, Pedagang: Omzet Menurun

BANTEN
Mentan Sidak Pasar Kebayoran Lama, Harga Ayam Turun Jadi Rp 25.000

Mentan Sidak Pasar Kebayoran Lama, Harga Ayam Turun Jadi Rp 25.000

EKONOMI
Harga Ayam di Lumajang Meroket hingga Rp 40.000 Menjelang Ramadan

Harga Ayam di Lumajang Meroket hingga Rp 40.000 Menjelang Ramadan

JAWA TIMUR
Harga Ayam Tembus Rp 70.000 Menjelang Ramadan, Warga Menjerit

Harga Ayam Tembus Rp 70.000 Menjelang Ramadan, Warga Menjerit

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon