ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Setara: 221 Kasus Pelanggaran Kebebasan Beragama Terjadi pada 2025

Selasa, 10 Maret 2026 | 21:56 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Setara Institute menyampaikan laporan Kebebasan beragama/berkeyakinan (KBB) 2025 bertajuk Reorientasi Kebijakan dan Tindakan Negara di Jakarta, Selasa 10 maret 2026.
Setara Institute menyampaikan laporan Kebebasan beragama/berkeyakinan (KBB) 2025 bertajuk Reorientasi Kebijakan dan Tindakan Negara di Jakarta, Selasa 10 maret 2026. (Beritasatu.com/Istimewa)

 Jakarta, Beritasatu.com - Setara Institute merilis laporan kondisi kebebasan beragama/berkeyakinan (KBB) di Indonesia sepanjang 2025. Dalam laporan tersebut, situasi KBB dinilai belum menunjukkan perbaikan yang berarti dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Direktur Eksekutif Halili Hasan mengatakan masih banyak ditemukan pola pelanggaran yang sama seperti pada periode sebelumnya. 

“Ini menjadi bukti bahwa negara belum sepenuhnya berkomitmen menjaga stabilitas nasional melalui pemeliharaan toleransi antarumat beragama,” ujar Halili dalam keterangannya saat memaparkan laporan KBB 2025 bertajuk Reorientasi Kebijakan dan Tindakan Negara di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam laporan tersebut, Setara Institute mencatat terdapat 221 peristiwa pelanggaran dengan total 331 tindakan sepanjang 2025. Jumlah ini memang sedikit menurun dibandingkan 2024 yang mencatat 260 peristiwa dengan 402 tindakan. Namun demikian, dampak dari kasus-kasus tersebut dinilai masih cukup besar dan menunjukkan belum adanya kemajuan signifikan.

Dari total pelanggaran tersebut, 128 tindakan dilakukan oleh aktor negara, sementara 197 tindakan dilakukan oleh aktor nonnegara.

Menurut Halili, tingginya angka pelanggaran yang terus terjadi dalam lima tahun terakhir dipicu oleh masih adanya regulasi diskriminatif yang menyasar kelompok minoritas.

“Regulasi yang diskriminatif ini sering menjadi legitimasi bagi kelompok intoleran untuk melakukan tindakan diskriminasi terhadap kelompok minoritas,” jelasnya.

Ratusan Korban Terdampak

Selain mencatat jumlah peristiwa, laporan tersebut juga memuat data korban pelanggaran KBB. Sepanjang 2025 terdapat 239 korban yang terdampak.

Peneliti Kebebasan Beragama/Berkeyakinan Harkirtan Kaur menyebut pelanggaran KBB kini tidak hanya berdampak pada kehidupan keagamaan semata, tetapi juga telah merambah ke sektor sosial dan ekonomi.

“Spektrum pelanggaran KBB kini tidak hanya menyentuh ranah privat, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial bahkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Makassar Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran di Indonesia

Makassar Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran di Indonesia

SULAWESI SELATAN
Salatiga Jadi Kota Paling Toleran 2025 versi Setara Institute

Salatiga Jadi Kota Paling Toleran 2025 versi Setara Institute

NASIONAL
Setara: Ekonomi Ekstraktif Jadi Tantangan Utama Bisnis dan HAM 2026

Setara: Ekonomi Ekstraktif Jadi Tantangan Utama Bisnis dan HAM 2026

NASIONAL
Indeks HAM Indonesia 2025 Turun, Momentum Pembenahan Dinilai Mendesak

Indeks HAM Indonesia 2025 Turun, Momentum Pembenahan Dinilai Mendesak

NASIONAL
Setara Institute Dorong Perusahaan Sadar Prinsip HAM dalam Berbisnis

Setara Institute Dorong Perusahaan Sadar Prinsip HAM dalam Berbisnis

NASIONAL
Setara-Gusdurian Soroti Cara Polri Atasi Konflik Agama

Setara-Gusdurian Soroti Cara Polri Atasi Konflik Agama

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon