ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Prabowo Bentuk Satgas Kelola 57 Taman Nasional, Hashim Jadi Ketua

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:10 WIB
TS
DM
Penulis: Theressia Sunday Silalahi | Editor: DM
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk satuan tugas (Satgas) untuk memperkuat pengelolaan taman nasional di Indonesia. Satgas tersebut akan dibentuk melalui keputusan presiden (keppres) dan bertugas mencari model pendanaan yang inovatif serta berkelanjutan bagi pengelolaan kawasan konservasi.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk satuan tugas (Satgas) untuk memperkuat pengelolaan taman nasional di Indonesia. Satgas tersebut akan dibentuk melalui keputusan presiden (keppres) dan bertugas mencari model pendanaan yang inovatif serta berkelanjutan bagi pengelolaan kawasan konservasi. (Beritasatu.com/Theressia Sunday Silalahi)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk satuan tugas (Satgas) untuk memperkuat pengelolaan taman nasional di Indonesia. Satgas tersebut akan dibentuk melalui keputusan presiden (keppres) dan bertugas mencari model pendanaan yang inovatif serta berkelanjutan bagi pengelolaan kawasan konservasi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni setelah melaporkan perkembangan sektor kehutanan kepada presiden di kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/3/2026). Menurut Raja Juli, Indonesia saat ini memiliki 57 taman nasional. Namun, sebagian besar pengelolaannya masih menghadapi keterbatasan anggaran.

“Akan terbentuk segera melalui keppres, satgas inovasi pembiayaan dan pengelolaan taman nasional. Kita memiliki 57 taman nasional di Indonesia. Mohon maaf selama ini taman nasional dikelola dengan apa adanya dan dengan pendanaan yang sangat minim sekali,” katanya.

ADVERTISEMENT

Raja Juli menjelaskan, satgas tersebut nantinya akan dipimpin oleh Hashim Djojohadikusumo. Sementara dirinya bersama Mari Elka Pangestu akan bertindak sebagai wakil ketua. Satgas ini akan fokus pada pencarian skema pembiayaan baru yang lebih berkelanjutan, termasuk membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta.

“Satgas ini nanti akan diketuai oleh Pak Hashim Djojohadikusumo. Kemudian saya menjadi wakil beserta wakil yang lainnya adalah Bu Mari Elka Pangestu. Kita akan mencari pendanaan yang inovatif, yang sustain,” jelas Raja Juli.

Ia menambahkan, keterlibatan berbagai pihak sangat penting agar pengelolaan taman nasional tidak hanya bergantung pada anggaran negara.

Melalui pembentukan satgas ini, pemerintah ingin mendorong pengelolaan taman nasional yang lebih profesional sekaligus berkelas dunia. Selain menjaga kelestarian hutan, satgas juga diharapkan dapat melindungi berbagai satwa langka yang menjadi kekayaan hayati Indonesia.

“Kita akan mencari pendanaan yang inovatif, termasuk melibatkan private sector agar taman nasional kita menjadi taman nasional yang berkelas dunia. Hutannya terjaga, hutannya lestari, dan satwa yang menjadi kebanggaan negeri ini juga dapat dijaga dengan baik,” ujarnya.

Selain pembentukan satgas, Presiden Prabowo juga tengah menyiapkan instruksi presiden (inpres) terkait upaya penyelamatan populasi serta habitat Gajah Sumatera dan Gajah Borneo.

Dalam kesempatan itu, Raja Juli juga mengungkapkan langkah konkret presiden dalam mendukung konservasi satwa tersebut, termasuk dengan menyerahkan lahan miliknya seluas sekitar 90.000 hektare untuk mendukung program pelestarian habitat gajah.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat upaya perlindungan satwa langka di Indonesia. Sebagai tahap awal, pemerintah akan menyiapkan sejumlah proyek percontohan pengelolaan taman nasional. Salah satunya adalah Taman Nasional Way Kambas, yang selama ini menjadi habitat penting bagi gajah Sumatera.

Raja Juli mengatakan, Presiden Prabowo juga telah menyiapkan dukungan pendanaan untuk mengatasi konflik antara manusia dan gajah yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pembangunan pagar atau kanal pembatas antara kawasan taman nasional dengan permukiman warga.

“Beliau memutuskan menyiapkan dana bantuan presiden untuk membuat pagar atau kanal yang akan membentengi antara Taman Nasional Way Kambas dengan perkampungan atau desa di sepanjang kawasan tersebut di Lampung,” kata Raja Juli.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap pengelolaan taman nasional di Indonesia dapat semakin kuat, sekaligus menjaga kelestarian hutan dan satwa liar yang menjadi kekayaan alam nasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon