ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kolaborasi BPJS Kesehatan dan TNI, Perkuat Akses Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil

Jumat, 13 Maret 2026 | 19:56 WIB
YM
YM
Penulis: Yurike Metriani | Editor: YM
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito saat kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan TNI Tahun Anggaran 2026.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito saat kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan TNI Tahun Anggaran 2026. (BPJS Kesehatan/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Dalam upaya mendukung pemerataan akses layanan kesehatan bagi peserta JKN, BPJS Kesehatan terus memperkuat kolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan prajurit TNI dan keluarganya, memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas hingga ke wilayah terpencil dan perbatasan.

Pada kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan TNI Tahun Anggaran 2026, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyampaikan bahwa hingga 1 Maret 2026 jumlah peserta JKN telah mencapai 284,69 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, 1,48 juta jiwa merupakan prajurit TNI beserta anggota keluarganya yang telah menjadi peserta JKN.

"Cakupan kepesertaan yang luas tersebut perlu diimbangi dengan ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai serta kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, termasuk TNI yang memiliki peran strategis sebagai penyedia layanan kesehatan. Saat ini BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23.517 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.182 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, terdapat 577 klinik pratama TNI yang berperan sebagai FKTP serta 120 rumah sakit dan klinik utama TNI yang menjadi bagian dari FKRTL mitra BPJS Kesehatan," terang Pujo.

ADVERTISEMENT

Pujo menjelaskan, keberadaan fasilitas kesehatan milik TNI tersebut sangat penting untuk memperluas akses pelayanan kesehatan, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan. Baginya, kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan TNI menjadi salah satu kekuatan dalam memastikan peserta JKN tetap mendapatkan layanan kesehatan yang mudah dijangkau, termasuk di daerah dengan akses terbatas.

"Dari sisi pembiayaan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan telah menggelontorkan Rp 190,3 triliun rupiah. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan layanan kesehatan primer agar pelayanan kesehatan dapat lebih optimal, sekaligus menjaga keberlanjutan pembiayaan Program JKN," tambah Pujo.

Selain memperkuat layanan kesehatan primer, Pujo menambahkan bahwa BPJS Kesehatan juga terus mendorong perluasan akses layanan kesehatan hingga ke wilayah yang sulit dijangkau. Melalui kebijakan kompensasi pada Daerah Belum Tersedia Fasilitas Kesehatan Memenuhi Syarat (DBTFMS), BPJS Kesehatan berupaya menghadirkan perlindungan JKN di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Layanan tersebut dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti pengiriman tenaga kesehatan, kerja sama dengan fasilitas kesehatan tertentu, hingga pemanfaatan rumah sakit apung untuk menjangkau wilayah terpencil dan perbatasan.

"BPJS Kesehatan terus menghadirkan berbagai inovasi layanan untuk meningkatkan kemudahan akses bagi peserta JKN. Melalui Aplikasi Mobile JKN, peserta dapat mengakses berbagai layanan secara digital, mulai dari pendaftaran antrean online di fasilitas kesehatan, perubahan data kepesertaan, hingga pemberian informasi dan pengaduan layanan," tutur Pujo.

Pujo menambahkan, BPJS Kesehatan telah menghadirkan inovasi Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) yang dapat diakses di nomor 08118165165, untuk memudahkan peserta dalam mengurus berbagai administrasi kepesertaan tanpa harus datang langsung ke kantor cabang BPJS Kesehatan, serta Care Center 165 yang dapat dihubungi selama 24 jam. Berbagai inovasi layanan tersebut merupakan bagian dari komitmen BPJS Kesehatan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin mudah dan cepat bagi seluruh peserta JKN.

“Melalui dukungan dan sinergi bersama TNI, BPJS Kesehatan optimistis upaya pemerataan layanan JKN dapat terus diperkuat. Dengan demikian, Program JKN mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia,” tutup Pujo.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menaker Ingin Jaminan Sosial Juga Cakup Pekerja Informal

Menaker Ingin Jaminan Sosial Juga Cakup Pekerja Informal

NASIONAL
BPJS Kesehatan Anugerahkan Gelar Duta Kehormatan kepada Raffi Ahmad

BPJS Kesehatan Anugerahkan Gelar Duta Kehormatan kepada Raffi Ahmad

LIFESTYLE
Kembali ke Rutinitas, Perhatikan Kembali Asupan untuk Jaga Ginjal

Kembali ke Rutinitas, Perhatikan Kembali Asupan untuk Jaga Ginjal

LIFESTYLE
Tak Lagi Dirujuk, Pasien Jantung BPJS Bisa Ditangani di Jepara

Tak Lagi Dirujuk, Pasien Jantung BPJS Bisa Ditangani di Jepara

JAWA TENGAH
BPJS Diminta Proaktif Soal Penonaktifan PBI JKN

BPJS Diminta Proaktif Soal Penonaktifan PBI JKN

NASIONAL
Tunggakan BPJS Kesehatan Bakal Dihapus, Desil 6 ke Atas Wajib Lapor

Tunggakan BPJS Kesehatan Bakal Dihapus, Desil 6 ke Atas Wajib Lapor

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon