Pigai Kecam Teror Air Keras ke Aktivis Kontras, Polisi Diminta Usut
Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengecam keras aksi penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus.
Ia menilai tindakan tersebut merupakan bentuk premanisme yang tidak boleh dibiarkan di negara demokrasi. “Saya sudah kecam. Tidak boleh membiarkan premanisme hidup di negara ini,” katanya di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Pigai menegaskan Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai perdamaian dan keamanan. Terkait hal itu, segala bentuk kekerasan terhadap warga negara, termasuk aktivis masyarakat sipil, tidak dapat dibenarkan.
Menurutnya, komunitas masyarakat sipil memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi, terutama sebagai bagian dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan.
“Demokrasi kita tumbuh dan berkembang. Kita bahkan mengalami surplus demokrasi, tetapi tidak boleh ada kekerasan terhadap siapa pun, termasuk aktivis dan civil society,” tegas Pigai.
Atas insiden tersebut, Pigai menyampaikan keprihatinan mewakili pemerintah dan menegaskan tindakan serupa tidak boleh kembali terjadi. Ia juga meminta aparat kepolisian untuk mengusut kasus tersebut secara serius agar pelaku dapat diproses sesuai hukum.
“Saya meminta kepolisian serius mengusut tuntas agar keluarga korban mendapatkan rasa keadilan hukum itu ada untuk bangsa dan negara,” ujarnya.
Selain itu, Pigai menyebut Kementerian HAM siap memberikan pendampingan kepada korban jika diperlukan.
Sebelumnya, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi setelah ia selesai melakukan perekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” sekitar pukul 23.00 WIB.
Koordinator Badan Pekerja Kontras Dimas Bagus Arya mengatakan setelah kejadian tersebut, Andrie Yunus langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka bakar sekitar 24% akibat serangan air keras tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




