Idulfitri 1447 H, Haedar Nashir Ajak Umat Perkuat Solidaritas Global
Kamis, 19 Maret 2026 | 13:43 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com - Umat Islam merayakan Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat (20/3/2026) setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh. Momentum hari raya ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana memperkuat kepedulian sosial dan persaudaraan lintas batas.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menekankan pentingnya menjadikan Idulfitri sebagai lokasi awal memperkuat solidaritas kemanusiaan, baik di tingkat nasional maupun global.
Pesan tersebut disampaikan Haedar dalam refleksi Idulfitri 1447 H pada Kamis (19/3/2026). Ia mengajak umat Islam untuk menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama tanpa memandang latar belakang.
“Memberi adalah panggilan dari semangat ke-berislaman kita untuk siapa pun tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, golongan, dan bangsa. Dan itulah yang harus kita hidupkan setelah bulan Ramadan,” ungkap Haedar.
Menurutnya, kepedulian sosial tidak hanya terbatas di dalam negeri, tetapi juga harus menjangkau masyarakat global yang tengah menghadapi berbagai krisis, seperti di Palestina, Iran, dan wilayah lainnya.
Selain itu, Haedar mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah dibangun selama Ramadan, termasuk kemampuan mengendalikan emosi dan menahan amarah dalam kehidupan sehari-hari.
Budaya saling memaafkan juga menjadi bagian penting dalam merayakan Idulfitri. Ia menilai, sikap lapang dada untuk memberi dan meminta maaf harus terus dijaga sebagai fondasi keharmonisan sosial.
“Pada bulan Syawal ketika kaum muslimin memulai 1 Syawal sebagai hari pertama ber-Idulfitri dan sekaligus memulai hari baru, maka kebiasaan yang sangat baik adalah bersilaturahmi,” katanya.
Haedar menambahkan, silaturahmi memiliki peran strategis dalam memperbaiki hubungan antarmanusia, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, hingga hubungan antarbangsa.
“Dari sinilah pentingnya kita membangun persaudaraan. Persaudaraan yang melintas batas, baik sesama iman maupun dengan seluruh anak bangsa dan siapapun yang ada,” tuturnya.
Ia menegaskan, upaya membangun persaudaraan harus dilandasi nilai-nilai kebaikan dan ketakwaan, sebagaimana tercantum dalam Al-Maidah ayat 2, yakni bekerja sama dalam kebajikan dan bukan dalam keburukan.
Momentum Idulfitri 2026 ini diharapkan dapat menjadi penguat komitmen umat Islam dalam menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat hubungan kemanusiaan di tengah berbagai tantangan global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




