Kala Kemarahan Menteri PU Meledak Saat Tinjau Sekolah Rakyat Nganjuk
Minggu, 12 April 2026 | 17:56 WIB
Surabaya, Beritasatu.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyoroti lambatnya progres pembangunan Proyek Sekolah Rakyat (SR) di Nganjuk, Jawa Timur, yang dinilai tertinggal dibandingkan daerah lain serta lemahnya respons tim teknis.
Dia bahkan meluapkan kemarahannya saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kedung Cowek, Surabaya, Jawa Timur. Pasalnya, tim yang berada di sana kerap mencari-cari alasan.
“Nganjuk memang sangat tertinggal. Masih sekitar 15%. Yang saya tidak suka dari tim saya adalah saat saya datang justru memberikan alasan kenapa tertinggal, bukan memberikan solusi agar ketertinggalan bisa dikejar,” kata Dody dilansir dari Antara, Minggu (12/4/2026).
Dody juga menyoroti dugaan sikap tidak tegas di jajaran Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) yang dinilai berpotensi memunculkan spekulasi negatif terkait hubungan dengan penyedia jasa proyek.
“Saya agak bingung, kenapa tim saya seolah-olah takut kepada penyedia jasa. Memang ada rumor di luar bahwa penyedia jasa memberikan sesuatu kepada tim saya, tetapi itu masih sebatas rumor dan belum bisa dibuktikan. Namun, fakta di lapangan seperti yang terjadi di Nganjuk,” ucapnya.
Menurut dia, Program Sekolah Rakyat merupakan prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam upaya menghapus kemiskinan ekstrem, sehingga pelaksanaannya harus dijalankan dengan serius.
Ia mengaku sempat kesal terhadap kinerja pihak terkait dalam proyek tersebut. Bahkan, ia menyebut jika masih berusia lebih muda, emosinya mungkin akan lebih sulit dikendalikan.
Kekesalan itu dipicu oleh sikap yang dinilai tidak serius dalam menjalankan program pemerintah, khususnya yang bertujuan menghapus kemiskinan ekstrem.
Dody juga menegaskan agar aparatur sipil negara (ASN) bekerja secara profesional dan tidak main-main dalam menjalankan tugas. Menurut dia, ASN harus mendukung keberhasilan pelaksanaan program pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




