Aboe Bakar Minta Maaf Tuding Ulama-Pesantren Madura Terlibat Narkoba
Selasa, 14 April 2026 | 15:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi III DPR Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengaku menyesal telah melontarkan pernyataan keterlibatan ulama dan pesantren di Madura dalam pusaran narkoba.
Hal tersebut dia sampaikan seusai diperiksa Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
"Saya harus mengatakan, saya minta maaf. Minta maaf sedalam-dalamnya karena menurut saya memang bahasa saya terlalu globalisasi dan salah. Sekali lagi saya minta maaf," ujar dia kepada wartawan.
Aboe mengaku khilaf telah menyebut ulama dan pesantren di Madura terlibat dalam pusaran narkoba.
Dia mengutarakan tak bermaksud melecehkan ulama dan pesantren di Madura. Kata Aboe, pernyataannya tersebut bermaksud menimpali peredaran narkoba yang dipaparkan Badan Narkotika Nasional (BNN).
"Cara penyampaian saya yang kurang tepat. Saya ulangi lagi, pernyataan saya ini enggak tepat sehingga menimbulkan multitafsir," ujar politisi PKS ini.
Aboe melanjutkan dirinya telah mendatangi satu persatu-satu ulama di Madura untuk meminta maaf buntut pernyataannya tersebut.
"Saya sudah mencoba mendatangi semua tokoh-tokoh ini yang sementara ini kecewa beradu. Nanti saya akan berusaha mendatangi mereka semua sesuai kemampuan saya," ujarnya.
Saat disinggung terkait hukuman yang dijatuhkan MKD terhadap dirinya, Aboe menolak berkomentar.
"Saya tidak berdialog," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




