2 Penerbangan Haji RI Terganggu, Menhaj Tegur Keras Saudia Airlines
Selasa, 28 April 2026 | 10:22 WIB
Surabaya, Beritasatu.com – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf melayangkan teguran keras kepada maskapai Saudia Airlines setelah dua penerbangan haji 2026 mengalami kendala. Insiden terjadi pada rute Surabaya–Madinah dan Batam–Madinah saat mengangkut jemaah calon haji Indonesia ke Arab Saudi.
Irfan menilai maskapai tersebut belum siap menghadapi operasional penerbangan haji. Surat peringatan resmi telah dikirimkan sebagai bentuk respons atas gangguan yang terjadi.
Dua insiden yang memicu kemarahan itu melibatkan pesawat Saudia Airlines dari Embarkasi Surabaya dan Embarkasi Batam. Pesawat yang membawa jemaah kloter 16 Embarkasi Surabaya harus mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Medan, akibat kendala teknis pada Minggu (27/4/2026).
Insiden lain terjadi pada pesawat dari Bandara Hang Nadim, Batam, yang mengangkut jemaah kloter lima. Penerbangan tersebut tertunda karena masalah teknis pada pesawat, pada Senin (27/4/2026).
Akibat kejadian tersebut, dua kloter jemaah terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci. Jemaah sementara diinapkan di hotel sekitar bandara sambil menunggu proses perbaikan dan kesiapan pesawat pengganti.
Irfan menegaskan telah mengingatkan maskapai agar menyiapkan armada cadangan guna mengantisipasi gangguan teknis. Namun, hal itu dinilai belum dijalankan secara optimal.
"Inilah yang sering kita wanti-wanti pada penerbangan. Harus siap, harus siap, harus siap, termasuk persiapan pesawat cadangan-cadangan yang kita minta. Dan sepertinya ternyata tidak terlalu siap Saudia Airlines. Kita sudah menyampaikan surat peringatan teguran keras kepada mereka," ujar Irfan Yusuf di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Senin (27/4/2026) malam.
Terkait keberangkatan jemaah yang tertunda, Irfan menyebut jemaah kloter 16 Embarkasi Surabaya dijadwalkan berangkat pada Senin malam. Sementara itu, jadwal keberangkatan jemaah dari Embarkasi Batam masih menunggu kepastian.
Seluruh biaya akomodasi jemaah selama penundaan ditanggung oleh Saudia Airlines. Jemaah ditempatkan di hotel terdekat dari bandara dengan pendampingan petugas.
"Kita pantau terus, tim kita yang di Medan selalu memantau ikut mendampingi jemaah kita yang di hotel-hotel itu. Untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan hak mereka untuk semua kebutuhan mereka," imbuhnya.
Irfan juga mengimbau jemaah tetap fokus dan menjaga kondisi menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Ia berharap kejadian ini tidak mengganggu kesiapan mental jemaah dalam menjalankan ibadah haji.
"Ya, ini kan sudah di luar kendali kita. Saya harapkan kini tidak mengganggu konsentrasi jemaah, tidak menyebabkan jemaah down. Ini mudah-mudahan akan menambah semangat mereka karena ada kesempatan semalam di hotel untuk mempersiapkan, terutama mempersiapkan mentalnya dalam menjalankan ibadah haji," tutup Irfan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




